Saturday, August 1, 2015

Mengenal Komponen Dioda

Dioda adalah komponen elektronik dengan dua kaki yang disebut dengan anoda dan katoda. Kebanyakan dioda sekarang terbuat dari semi konduktor namun ada dioda yang terbuat dari bahan metal yang diisolasi didalam tabung hampa udara. Dioda semi konduktor dibuat dengan menggunakan prinsip dasar P-N Junction. Bahan semi konduktor yang umum dipakai untuk membuat dioda adalah Silikon dan Germanium.

Kedua kaki dioda memiliki polaritas yang berbeda, kaki anoda merupakan kutub positif dan sedangkan kaki katoda merupakan kutub negatif. Pada dioda semikonduktor, perbedaan polaritas ini timbul karena adanya perbedaan struktur elektron pada kedua kutubnya yang disebabkan oleh proses doping. Kutub yang kekurangan elektron akan meninggalkan lubang (hole) yang selanjutnya merupakan kutub positif dan disebut dengan anoda. Sedangkan kutub yang kelebihan elektron menjadi kutub negatif dan disebut dengan katoda.

Fungsi Dioda

Fungsi utama sebuah dioda adalah mengalirkan arus pada satu arah tertentu yang disebut arus maju (forward) dan menghambat aliran arus pada arah sebaliknya (reverse). Secara sederhana dioda berfungsi melewatkan arus satu arah saja, seperti fungsi katup pada pipa. Dengan fungsi ini maka dioda bisa digunakan untuk menyearahkan airan arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Dioda juga bisa dipakai untuk proses demodulasi sinyal pada penerima radio.

Berikut ini beberapa fungsi dioda yang umum dijumpai pada rangkaian elektronika :
  1. Penyearah arus AC menjadi arus DC.
  2. Pengaman tegangan masuk.
  3. Pemotong level sinyal (clipper).
  4. Rangkaian clamper, yaitu menambahkan sinyal DC kedalam sinyal AC.
  5. Sensor suhu
  6. Sensor cahaya, disebut dioda photo.
  7. Penyetabil tegangan, disebut dioda zener.
  8. Penerangan, disebut led.
  9. Osilator terkontrol tegangan, disebut dioda varactor.

Simbol Dioda

Setiap dioda memiliki dua terminal yang disebut anoda dan katoda. Sebuah dioda hanya mengalirkan arus ke satu arah saja, yaitu arah maju atau forward. Lalu dioda akan menghalangi arah arus sebaliknya yaitu arah reverse. Simbol dioda dibuat dengan mengacu pada karakteristik ini yaitu sebuah panah maju dari kaki anoda untuk menggambarkan aliran arah forward, dan sebuah tanda strip tegak (blocking) pada kaki katoda untuk menggambarkan blocking arah reverse.

Berikut ini simbol dioda biasa:
Simbol dioda

Bentuk Fisik Dioda

Ada berbagai macam bentuk fisik dioda misalnya yang umum adalah bentuk bulat kecil mirip resistor seperti dioda 1N4002 atau bentuk bulat namun dengan ukuran yang lebih besar seperti 1N5402. Bentuk dioda yang lebih besar biasanya untuk jenis dioda dengan kemampuan arus kerja yang lebih besar. Kaki anoda dan katoda dibedakan dengan tanda misalnya berupa strip putih atau hitam. Tanda ini biasanya berada pada posisi yang lebih dekat dengan kaki katoda.

Berikut ini contoh bentuk fisik dioda:
Bentuk fisik dioda

Cara kerja dioda

Sebuah dioda hanya mengalirkan arus pada satu arah saja yaitu arah maju dari anoda ke katoda. Ini berarti jika ada arus yang masuk pada kaki katoda tidak akan mengalir ke kaki anoda. Untuk dapat mengalirkan arus dari anoda ke katoda, sebuah dioda membutuhkan tegangan yang nilainya lebih besar dari tegangan forward sebuah dioda, yaitu untuk silikon sebesar 0.7Volt dan germanium sebesar 0.3Volt.
Cara kerja dioda
Grafik tegangan kerja dioda, sumber: learn.sparkfun.com
Cara kerja diatas dapat digambarkan melalui rangkaian elektronika sederhana dengan lampu indikator. Pada kondisi forward, lampu akan menyala artinya ada arus yang mengalir. Dan pada kondisi reverse, lampu akan padam karena arus tidak mengalir.
Forward bias dan reverse bias dioda
Ilustrasi forward dan reverse dioda, Sumber: www.dummies.com
Demikian penjelasan singkat tentang komponen dioda. Untuk pembahasan tentang jenis-jenis dioda dan fungsinya insyaAllah akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.

0 komentar

Post a Comment