Tuesday, June 9, 2015

Rumus Membuat Induktor

Untuk membuat sebuah induktor kita bisa menggunakan beberapa rumus yang telah tersedia. Berbeda dengan komponen resistor dan kapasitor, kita bisa membuat induktor sendiri dengan cara membuat lilitan dari kawat konduktor misalnya tembaga. Misalnya saat dulu praktek membuat pemancar FM, saya membuat induktor sendiri dengan membuat lilitan kawat dalam jumlah dan diameter tertentu.

Seperti telah dijelaskan pada artikel sebelumnya bahwa nilai induktor dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti panjang lilitan, diameter lilitan, jumlah lilitan dan permeabilitas inti. Berdasarkan keempat faktor diatas kita bisa menghitung besarnya nilai induktor melalui rumus. Untuk membuat induktor dengan jenis tertentu digunakan rumus yang berbeda, misalnya pada perhitungan induktor inti udara maka parameter permeabilitas inti tidak disertakan.

Rumus Membuat Induktor Jenis Lilitan Silinder

Induktor jenis lilitan silinder adalah induktor yang dililit secara mendatar berbentuk tabung (silinder). Induktor jenis ini merupakan induktor yang paling banyak dipakai pada aplikasi elektronika.

Berikut ini rumus menghitung nilai induktor jenis lilitan silinder :
  • L = induktansi
  • μ0 = permeabilitas vakum
  • K = koefisien Nagaoka
  • N = jumlah lilitan
  • r = jari-jari lilitan
  • l = panjang lilitan
Untuk keterangan lebih lanjut tentang koefisien Nagaoka bisa dilihat disini.

Rumus Membuat Induktor Jenis Kawat Lurus

Sebuah kawat lurus selain memiliki resistansi (hambatan) juga mempunyai nilai induktansi. Besarnya nilai induktansi sebuah kawat lurus dipengaruhi oleh panjang kawat dan diameter kawat.

Berikut ini rumus menghitung nilai induktor jenis kawat lurus :
  • L = induktansi
  • l = panjang kawat
  • d = diameter kawat

Rumus Membuat Induktor Jenis Lilitan Silinder Pendek Inti Udara

Induktor jenis silinder tanpa inti atau dengan inti udara banyak dipakai pada aplikasi frekuensi tinggi. Induktor jenis ini memiliki nilai induktansi relatif kecil dibawah 1 mikroHenry (µH). Contoh penggunaan induktor jenis ini adalah pada pemancar dan penerima radio FM.

Berikut ini rumus menghitung nilai induktor jenis lilitan silinder pendek inti udara :
  • L = induktansi (µH)
  • r = jari-jari lilitan (in)
  • l = panjang lilitan (in)
  • N = jumlah lilitan

Rumus ini telah dibuktikan oleh teman-teman dari Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Bandung melalui laporan praktek Perancangan dan Pengukuran Induktor Satu Lapis dengan Inti Udara pada tanggal 21 Desember 2013 yang bisa dilihat disini. Pada laporan tersebut memang menggunakan rumus yang lebih sederhana namun hasilnya sama jika dihitung dengan rumus diatas, tentunya dengan mengubah lebih dahulu satuan centimeter menjadi inchi.

Rumus Membuat Induktor Jenis Lilitan Berlapis inti Udara

Induktor ini sangat jarang saya temui dalam praktek elektronika sehari-hari. Jenis induktor ini sama seperti jenis silinder pendek inti udara, namun dibuat secara berlapis. Tujuannya adalah meningkatkan nilai induktansi dengan meminimalkan panjang induktor.

Berikut ini rumus menghitung nilai induktor jenis lilitan berlapis inti udara :
  • L = induktansi (µH)
  • r = rerata jari-jari lilitan (dalam inchi)
  • l = panjang lilitan (dalam inchi)
  • N = jumlah lilitan
  • d = tebal lilitan (dalam inchi)

Rumus Membuat Induktor Jenis Spiral Datar inti Udara

Induktor jenis ini dibuat dengan maksud kebalikan dari induktor belapis. Jika induktor berlapis dimaksudkan untuk meningkatkan induktansi, induktor jenis ini justru dibuat untuk membuat nilai induktansi yang lebih kecil.

Berikut ini rumus menghitung nilai induktor jenis spiral datar inti udara :
  • L = induktansi
  • r = rerata jari-jari spiral
  • N = jumlah lilitan
  • d = tebal lilitan

Rumus Membuat Induktor Jenis Lilitan Inti Toroid

Induktor jenis toroid adalah induktor dengan nti berbentuk donat. Induktor jenis ini memiliki nilai induktansi paling besar dibanding jenis induktor diatas. Induktor jenis toroid yang ada dipasaran kebanyakan memiliki inti ferit. Selain sebagai induktor, sistem toriod juga diaplikasikan pada sistem transformator.

Berikut ini rumus menghitung nilai induktor jenis lilitan inti toroid :
  • L = induktansi
  • μ0 = permeabilitas vakum
  • μr = permeabilitas relatif bahan inti
  • N = jumlah lilitan
  • r = jari-jari gulungan
  • D = diameter keseluruhan
Referensi :

0 komentar

Post a Comment