Saturday, June 6, 2015

Reaktansi Kapasitif

Seperti dijelaskan pada prinsip dasar kapasitor bahwa salah satu sifat kapasitor adalah menahan arus DC dan melewatkan AC. Dengan demikian jika sebuah kapasitor dihubungkan dengan sumber tegangan AC maka akan ada aliran arus yang mengalir. Besarnya nilai tegangan dibagi dengan arus yang mengalir pada rangkaian tegangan AC disebut dengan Impedansi. Dan pada rangkaian kapasitor murni, besarnya impedansi inilah yang disebut dengan Reaktansi Kapasitif.

Reaktansi kapasitif juga sering disebut dengan hambatan kapasitor pada sinyal AC. Meski sebenarnya yang dilihat adalah seberapa besar konduktansi atau seberapa besar ia menghantarkan sinyal AC, namun perhitungan tegangan dibagi arus menyebabkan penggunaan istilah hambatan dirasa lebih tepat. Dan oleh karena disebut hambatan maka reaktansi kapasitif dinyatakan dalam satuan Ohm seperti satuan hambatan listrik.

Rumus Reaktansi Kapasitif

Reaktansi kapasitif dinyatakan dengan notasi Xc. Besarnya nilai reaktansi kapasitif pada aplikasi tegangan AC dengan sinyal sinus dapat dihitung dengan rumus berikut ini:
Rumus Reaktansi Kapasitif 01
Dengan mengeliminasi -j pada pembilang dan penyebut dapat diperoleh penyederhanaan rumus berikut ini :
Rumus Reaktansi Kapasitif 02
Dan jika ω= 2πF, maka rumus reaktansi kapasitif menjadi :
Rumus Reaktansi Kapasitif 03
Dimana :
Xc = Reaktansi kapasitif
F = Frekuensi sinyal sinus
C = Nilai kapasitansi

Dari rumus diatas terlihat bahwa besarnya nilai reaktansi kapasitif berbanding terbalik dengan besarnya frekuensi. Ini berarti semakin besar frekuensi maka nilai reaktansi kapasitif semakin kecil atau semakin menghantar. Dan pada frekuensi rendah nilai reaktansi kapasitif semakin besar atau semakin menghambat. Oleh karena itu pada aplikasi tegangan DC, kapasitor sangat menghambat karena frekuensi tegangan DC sama dengan nol, sehingga besarnya reaktansi kapasitif menjadi tak terhingga.

Contoh Perhitungan Reaktansi Kapasitif

Besarnya reaktansi kapasitif dari kapasitor 10nF pada frekuensi 100Hz adalah :
Reaktansi Kapasitif pada 100Hz
Dan besarnya reaktansi kapasitif dari kapasitor 10nF pada frekuensi 10KHz adalah :

Reaktansi Kapasitif pada 10KHz

Aplikasi Perhitungan Reaktansi Kapasitif

Contoh aplikasi yang memanfaatkan perhitungan reaktansi kapasitif adalah rangkaian pengatur nada pada audio amplifier. Perbedaan respon kapasitor terhadap frekuensi dimanfaatkan untuk mengatur nada bass dan treble. Nada bass menggunakan nilai kapasitor yang lebih besar sementara pada pengaturan nada bass digunakan kapasitor yang lebih kecil.

0 komentar

Post a Comment