Wednesday, June 10, 2015

Reaktansi Induktif

Induktor mempunyai sifat menghantarkan arus DC dan menahan arus AC. Reaktansi induktif adalah nilai hambatan atau tahanan induktor terhadap sinyal AC. Besarnya nilai reaktansi induktif sebuah induktor dinyatakan dengan satuan Ohm seperti satuan hambatan listrik. Sebenarnya hambatan pada sinyal AC disebut dengan impedansi, namun pada rangkaian induktor disebut dengan reaktansi induktif.

Hambatan yang timbul pada induktor terjadi karena adanya perubahan medan listrik dan medan magnet pada induktor ketika dialiri arus secara bolak-balik. Hal ini berlawanan ketika induktor dialiri arus DC, arus akan mengalir secara bebas tanpa pengaruh induktansi dan kemagnetan induktor. Seperti dinyatakan oleh Hukum faraday bahwa ketika induktor dialiri arus AC akan timbul gaya gerak listrik (GGL) yang berlawanan karena adanya perubahan arah medan magnet (flux). Nah, perubahan perlawanan GGL inilah yang menghambat aliran arus listrik.

Rumus Reaktansi Induktif

Reaktansi induktif dinyatakan dengan notasi Xl. Besarnya nilai reaktansi induktif pada aplikasi tegangan AC dengan sinyal sinus dapat dihitung dengan rumus berikut ini:
Rumus Reaktansi Induktif 1
 Dengan mengeliminasi -j pada ruas kiri dan kanan dapat diperoleh penyederhanaan rumus berikut ini :
Rumus Reaktansi Induktif 2
Dan jika ω= 2πF, maka rumus reaktansi induktif menjadi :
Rumus Reaktansi Induktif
Dimana :
Xl = Reaktansi induktif
F = Frekuensi sinyal sinus
L = Nilai induktansi

Dari rumus diatas terlihat bahwa besarnya nilai reaktansi induktif berbanding lurus dengan besarnya frekuensi. Ini berarti semakin besar frekuensi maka nilai reaktansi induktif semakin besar atau semakin menghambat. Dan pada frekuensi rendah nilai reaktansi induktif semakin kecil atau semakin menghantar.

Oleh karena itu pada aplikasi tegangan DC, induktor sangat menghantar karena frekuensi tegangan DC sama dengan nol, sehingga besarnya reaktansi induktif menjadi nol. hambatan yang terjadi hanya berupa resistansi kawat bahan dari induktor yang disebut dengan induktor tidak ideal. Masalah induktor ideal dan non ideal insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

Contoh Perhitungan Reaktansi Induktif

Besarnya reaktansi induktif dari induktor sebesar 1mH pada frekuensi 100Hz adalah :
Contoh Perhitungan Reaktansi Induktif 1
Dan besarnya reaktansi induktif dari induktor sebesar 1mH pada frekuensi 10KHz adalah :
Contoh Perhitungan Reaktansi Induktif 2

Aplikasi Perhitungan Reaktansi Induktif

Contoh aplikasi yang memanfaatkan perhitungan reaktansi induktif adalah rangkaian cross over speaker. Pada jalur speaker woofer yang khusus untuk frekuensi rendah (bass) dipasang sebuah filter berupa induktor untuk menghambat frekuensi tinggi yang akan mengganggu pergerakan voice coil speaker.

0 komentar

Post a Comment