Friday, June 5, 2015

Menghitung Kapasitor Seri dan Paralel

Pada artikel sebelumnya tentang menentukan nilai kapasitor dijelaskan bahwa sebuah kapasitor memiliki nilai kapasitansi yang dinyatakan dalam satuan Farad dan batas tegangan kerja yang dinyatakan dalam satuan Volt. Pada saat praktek, kadang kita membutuhkan sebuah nilai kapasitor tertentu yang tidak ada pada stok komponen maupun tidak dijual dipasaran. Pada kondisi ini kita bisa menggunakan metode konfigurasi rangkaian kapasitor seri dan paralel untuk membuat nilai kapasitor baru.

Selain itu jika kita membutuhkan sebuah kapasitor dengan batas tegangan yang lebih tinggi juga bisa diakali dengan menerapkan rangkaian kapasitor seri. Pada rangkaian kapasitor seri, tegangan total yang bekerja pada kapasitor akan dibagi secara rata pada masing-masing kapasitor. Misalnya kita membutuhkan kapasitor dengan batas tegangan kerja 160V dan kita memiliki dua kapasitor dengan batas tegangan kerja masing-masing 100V maka saat dirangkai secara seri akan diperoleh batas tegangan kerja total sebesar 200V, dan ini cukup untuk kebutuhan tegangan kerja 160V.

Rumus menghitung kapasitor seri dan paralel merupakan kebalikan dari menghitung resistor seri dan paralel. Perhitungan kapasitor seri menggunakan rumus yang mirip dengan menghitung resistor paralel, sedangkan menghitung kapasitor paralel mirip dengan menghitung resistor seri. Hal ini terjadi karena pada kapasitor berlaku perhitungan muatan listrik yang mempengaruhi besarnya arus listrik yang mengalir. Karena arus listrik berbanding terbalik dengan resistansi, maka perhitungan kapasitor seri dan paralel berbanding terbalik dengan perhitungan resistor.

Kapasitor Seri

Kapasitor seri adalah rangkaian dari beberapa kapasitor (minimal dua) secara yang disusun secara berantai dengan salah satu kaki kapasitor pertama terhubung dengan salah satu kaki kapasitor kedua, kemudian kaki kapasitor kedua yang lain terhubung dengan salah satu kaki kapasitor ketiga dan seterusnya. Nilai kapasitor totalnya adalah nilai yang pada kedua ujung rangkaian, yaitu pada kaki kapasitor pertama dan kaki kapasitor terakhir yang tidak terhubung.

Contoh rangkaian kapasitor seri

Rangkaian Kapasitor Seri 

Menghitung kapasitor seri

Menghitung nilai kapasitor total dari rangkaian kapasitor seri menggunakan rumus yang mirip dengan menghitung nilai total pada rangkaian resistor paralel.

Berikut ini rumus menghitung kapasitor total pada rangkaian kapasitor seri :
Rumus Kapasitor Seri

Contoh menghitung kapasitor seri

Nilai kapasitor total pada dua buah kapasitor yang disusun seri dengan nilai masing-masing sebesar 100nF dan 50nF adalah :
Contoh menghitung kapasitor seri

Kapasitor Paralel

Kapasitor paralel adalah rangkaian dari beberapa kapasitor (minimal dua) berjajar dengan kedua kaki masing kapasitor terhubung dengan kedua kaki kapasitor yang lain. Nilai kapasitor total merupakan nilai pada kedua pertemuan kaki masing-masing kapasitor.

Contoh rangkaian kapasitor paralel

Rangkaian Kapasitor Paralel

Menghitung kapasitor paralel

Menghitung nilai kapasitor total dari rangkaian kapasitor paralel lebih mudah dari menghitung kapasitor secara seri. Caranya adalah dengan menjumlahkan senua nilai kapasitor yang diparalel. Cara ini mirip dengan cara menghitung nilai total pada rangkaian resistor seri.

Berikut ini rumus menghitung kapasitor total pada rangkaian kapasitor paralel :
Rumus Kapasitor Paralel

Contoh perhitungan kapasitor paralel

Nilai kapasitor total pada dua buah kapasitor yang disusun paralel dengan nilai masing-masing sebesar 100nF dan 50nF adalah :
Contoh menghitung kapasitor paralel

Kesimpulan

Pada pembahasan tentang menghitung kapasitor seri dan paralel diatas dapat diambil beberapa poin penting sebagai berikut :
  1. Nilai kapasitor total akan berkurang jika disusun secara seri, namun total batas tegangan kerjanya menjadi naik.
  2. Nilai kapasitor total akan bertambah jika disusun secara paralel, namun total batas tegangan kerjanya tetap.

1 komentar: