Tuesday, June 2, 2015

Jenis-jenis Kapasitor

Ada beberapa jenis kapasitor yang sering dipakai dalam praktek elektronika sehari-hari. Jenis-jenis kapasitor ini dibagi menurut beberapa kriteria, seperti berdasarkan bahan dielektrikumnya, berdasarkan penentuan nilainya dan berdasarkan polaritasnya. Tiap-tiap jenis kapasitor ini memiliki ciri fisik dan karakteristik yang berbeda.

Penggunaan jenis-jenis kapasitor tersebut juga berbeda tergantung dari aplikasi dan karakteristik rangkaian. Misalnya saat membuat pemancar FM kita biasanya memerlukan kapasitor dengan jenis keramik, lalu saat membuat power supply kita membutuhkan sebuah kapasitor elektrolit dengan polaritas, begitu juga dengan aplikasi yang lainnya.

Jenis Kapasitor Berdasarkan Bahan Dielektrikum

Dielektrikum adalah bahan yang memisahkan dua plat kapasitor. Ada beberapa bahan dielektrikum yang umum dipakai pada kapasitor seperti keramik, polyester, kertas, metal film dan elektrolit. Berikut ini contoh beberapa jenis kapasitor berdasarkan dielektrikumnya yang umum dipakai dalam praktek sehari-hari.

1. Kapasitor Keramik

Adalah kapasitor dengan bahan dielektrikum keramik. Kapasitor jenis ini banyak digunakan pada aplikasi frekuensi tinggi seperti pada pemancar dan penerima radio. Kapasitor keramik yang ada dipasaran biasanya memiliki kisaran nilai antara 1pikoFarad (1pF) sampai 100nanoFarad(100nF). Bentuk kapasitor keramik yang umum adalah bulat pipih seperti cakram dengan warna didominasi oleh warna coklat atau hijau.
Kapasitor Keramik
Contoh Kapasitor Keramik

2. Kapasitor Polyester

Adalah kapasitor dengan bahan dielektrikum polyester. Kapasitor polyester banyak dipakai pada rangkaian audio. Kapasitor Polyester memiliki bentuk segi empat pipih seperti permen. Warna kapasitor polyester yang umum dijumpai adalah hijau, merah dan putih. Kapasitor polyester yang ada dipasaran pada umumnya memiliki nilai antara 1nanoFarad (nF) sampai 1mikroFarad (µF).
Kapasitor Polyester
Contoh Kapasitor Polyester

3. Kapasitor Elektrolit

Adalah kapasitor dengan bahan dielektrikum cairan elektrolit. Dalam praktek sehari-hari, kapasitor elektrolit sering disebut dengan elco. Bentuk kapasitor elektronika yang umum dijumpai dalam praktek sehari-hari adalah berbentuk bulat panjang seperti tabung dengan pemasangan kaki ada yang dua kaki ditaruh pada satu sisi dan ada yang dibagi masing-masing kaki ditaruh pada kedua sisi. Kapasitor elektrolit memiliki nilai antara 0.1 mikroFarad (µF) sampai 1 Farad.
Kapasitor Elektrolit (Elco)
Contoh Kapasitor Elektrolit (Elco)
Kapasitor jenis ini banyak dipakai pada rangkaian power supply khususnya kapasitor elektrolit dengan polaritas yaitu digunakan sebagai filter tegangan DC hasil penyearahan dari tegangan AC. Kapasitor elektrolit juga banyak dijumpai pada rangkaian audio, yaitu berfungsi sebagai penghubung atau kopling antar penguat transistor atau op-amp.

Jenis Kapasitor Berdasarkan Polaritasnya

Polaritas adalah definisi arah/kutub pada sebuah titik. Maksud dari polaritas pada kapasitor adalah penentuan titik positif dan negatif pada penggunaan. Dengan ditentukan atau tidak ditentukan polaritasnya akan dipakai sebagai acuan saat perancangan dan pemasangan kapasitor pada rangkaian. Ada tiga jenis kapasitor yang dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu kapasitor polar, non-polar dan bipolar.

1. Kapasitor Non-Polar

Adalah kapasitor yang tidak mempunyai polaritas. Dalam rangkaian, pamasangan kapasitor jenis ini boleh terbalik. Contoh kapasitor jenis non-polar adalah kapasitor keramik dan polyester. Kapasitor non-polar terjadi karena bahan-bahan yang digunakan memang tidak memiliki polaritas ion positif maupun negatif sehingga tidak memunculkan polaritas tertentu.
Kapasitor Non-Polar

2. Kapasitor Polar

Adalah kapasitor yang memiliki polaritas. Berbeda dengan kapasitor non-polar, kapasitor jenis ini tidak boleh pemasangannya dalam rangkaian. Contoh kapasitor polar adalah kapasitor elektrolit dan tantalum. Kapasitor ini memiliki polaritas karena bahan dielektrikumnya memang memiliki polaritas, sehingga dalam penggunaannya juga harus diperhatikan dengan benar polaritasnya.
Kapasitor Polar

3. Kapasitor Bipolar

Sekilas kapasitor bipolar memang mirip dengan non-polar, mengapa? karena kapasitor bipolar boleh dipasang secara terbalik seperti kapasitor non-polar. Lalu mengapa disebut kapasitor bipolar? jawabannya karena kapasitor ini memang memiliki dua polaritas, dan ini terkait dengan bahan dielektrikum yang digunakan, yaitu elektrolit.
Kapasitor BiPolar

Seperti diketahui bahwa kapasitor jenis keramik dan polyester yang memiliki jenis non-polar memiliki keterbatasan nilai maksimal. lalu bagaimana jika kita membutuhkan kapasitor tanpa polaritas dengan nilai yang lebih tinggi, tentu kita harus menggunakan kapasitor elektrolit. Permasalahannya adalah kapasitor elektrolit memiliki polaritas, lalu bagaimana solusinya?

Teknik yang digunakan untuk membuat kapasitor tanpa polaritas dari bahan dielektrikum elektrolit inilah yang melahirkan kapasitor bipolar. Berbeda dengan kapasitor non-polar yang bahan dielektrikumnya memang tidak memiliki polaritas, kapasitor bipolar memiliki dua polaritas karena dibuat dari bahan dielektrikum elektrolit.

Jenis Kapasitor Berdasarkan Penentuan Nilainya

Adalah kapasitor yang dibedakan berdasarkan penentuan nilainya. Seperti telah dibahas pada tulisan sebelumnya bahwa kapasitor memiliki nilai kapasitansi yang dinyatakan dalam satuan Farad. Berdasarkan penentuan nilainya, kapasitor dibedakan menjadi tiga yaitu kapasitor tetap, kapasitor variabel dan varactor.

1. Kapasitor Tetap

Adalah kapasitor yang memiliki nilai tetap. Semua yang disebutkan diatas termasuk jenis kapasitor tetap. Kapasitor ini memiliki suatu nilai dengan toleransi tertentu. Nilai kapasitor tetap tidak akan berubah selama pemakaian kecuali terjadi kerusakan.
Kapasitor Tetap

2. Kapasitor Variabel

Adalah kapasitor dengan nilai yang dapat diatur/diubah. Biasanya nilai kapasitor diubah dengan mengatur besarnya dielektrikum atau mengatur besarnya luas penampang dari plat konduktor. Ada dua jenis kapasitor variabel yaitu Variabel Capacitor dan Trimmer Capacitor.

Trimmer Kapasitor
Variabel Capacitor atau biasa disingkat dengan Varco adalah kapasitor variabel yang nilainya diubah dengan cara memutar as mengunakan tangan. Sedangkan trimmer capacitor adalah kapasitor variabel yang nilainya diubah dengan cara memutar as-nya menggunakan obeng trim.
Variabel Kapasitor (Varco)
Contoh penggunaan kapasitor variabel yang umum kita jumpai adalah pada pemacar dan penerima radio. Disini kapasitor variabel digunakan untuk mengatur frekuensi resonansi dari penguat RF dan menentukan frekuensi outut rangkaian osilator.

3. Varactor

Komponen ini sebenarnya merupakan jenis komponen dioda. Karena memiliki nilai kapasitansi maka varactor saya masukkan kedalam jenis kapasitor yang digolongkan berdasarkan penentuan nilainya. Varactor mempunyai kapasitansi tertentu yang berubah seiring dengan tegangan bias yang diberikan kepadanya. Dengan kelebihan ini maka varactor bisa diaplikasi pada sistem penala digital seperti yang diterapkan pada sistem komunikasi modern.
Varactor
Itulah jenis-jenis kapasitor yag sering kita jumpai dalam praktek elektronika sehari-hari. Untuk membedakan masing-masing kapasitor ini bisa dilihat dari bentuk fisiknya maupun dari tanda-tanda yang melekat pada body kapasitor.

0 komentar

Post a Comment