Saturday, May 30, 2015

Perbedaan Potensiometer Linear dan Logaritmis

Pada saat menggunakan potensiometer, kita akan menemui sebuah keterangan pada body potensiometer yang berupa nilai hambatan maksimal potensiometer dengan sebuah kode didepannya. Seperti misalnya sebuah potensiometer bernilai 50kΩ kadang ditulis dengan B50K atau A50K. Apa maksud dari kode ini dan apa perbedaannya akan dijelaskan pada tulisan berikut ini.

Dilihat dari perbandingan arah putaran terhadap perubahan nilai, sebuah potensiometer dibedakan menjadi beberapa jenis. Ada potensiometer linear, potensiometer logaritmis dan potensiometer anti-logaritmis. Nah, kode-kode diatas merupakan penanda untuk jenis-jenis potensiometer tersebut.

Masing-masing jenis potensiometer tadi memiliki karakteristik dan penggunaan yang berbeda-beda. Seperti misalnya potensiometer linear adalah yang paling banyak digunakan pada berbagai aplikasi sedangkan potensiometer logaritmis dan anti-logaritmis banyak dipakai pada keperluar audio saja.

Standarisasi Kode Potensiometer

Penggunaan kode pada potensiometer di beberapa wilayah memiliki standar yang berbeda-beda. Misalnya untuk wilayah asia, potensiometer linear ditandai dengan huruf B dan potensiometer logaritmis ditandai dengan huruf A. Sedangkan untuk wilayah Amerika sebaliknya, potensiometer linear ditandai dengan huruf A dan potensiometer logaritmis ditandai dengan huruf B.

Berikut ini tabel standar kode huruf pada potensiometer di beberapa wilayah :
Jenis Asia Eropa Amerika Vishay
Linear B A B A
Logaritmis A C A L
Anti-Logaritmis - F C F

Resistansi vs Putaran/Geseran Potensiometer

Fungsi utama dari sebuah potensiometer adalah sebagai resistor variabel. Ini artinya nilai resistansi sebuah potensiometer dapat berubah-ubah jika dikehendaki. Perubahan ini bisa dilakukan dengan mengubah posisi tuas potensiometer melalui putaran atau geseran.
Struktur pin Potensiometer
Perubahan nilai yang terjadi pada potensiometer dapat digambarkan sebagai perubahan nili dua buah resistor. Jika kaki pinggir kita beri notasi A untuk kiri (putaran minimum) dan B untuk kanan (putaran maksimum) lalu kaki tengah kita beri notasi C, maka perubahan nilai yang terjadi dapat digambarkan sebagai berikut ini.
Konfigurasi kaki Potensiometer
Dari perubahan nilai tersebut dapat diperoleh perbandingan resistansi terharap resistansi total sebagai berikut ini:
Perbandingan kaki Potensiometer
Perbandingan resistansi terharap putaran inilah yang membedakan jenis-jenis potensio linear, logaritmis dan anti logaritmis.

Potensiometer Linear

Adalah potensiometer dengan perbandingan putaran terharap resistansi yang bergerak linear. Artinya perbandingan skala putaran terhadap nilai resistansi bergerak secara selaras dan sesuai. Untuk lebih jelas perhatikan tabel berikut ini :
Skala Tampilan 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Perbandingan (%) 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Sebagai contoh jika kita menggunakan sebuah potensiometer linear dengan nilai resistansi sebesar 50kΩ, maka perubahan nilai resistansi pada kaki-kaki potensiometer dapat digambarkan sebagai berikut ini:
  1. Pada posisi minimum (kiri penuh) maka resistansi kaki A (kiri) terhadap kaki C (tengah) sama dengan nol dan resistansi kaki B (kanan) terhadap kaki tengah sama dengan 50kΩ.
  2. Pada posisi maksimum (kanan penuh) maka resistansi kaki A (kiri) terhadap kaki C (tengah) sama dengan 50kΩ dan resistansi kaki B (kanan) terhadap kaki tengah sama dengan nol.
  3. Pada posisi tengah maka resistansi kaki A (kiri) terhadap kaki C (tengah) sama dengan 25kΩ dan resistansi kaki B (kanan) terhadap kaki tengah sama dengan 25kΩ.

Potensiometer Logaritmis

Adalah potensiometer dengan perbandingan putaran terharap resistansi yang bergerak mengikuti aturan logaritma. Potensiometer jenis ini banyak dipakaai untuk keperluan audio seperti volume dan pengatur nada bass, middle dan treble.

Skala yang di-log kan adalah 0 sampai 10. Misalnya pada skala 2 akan diperoleh perbandingan sebesar logaritma dari 2 yaitu kira-kira sebesar 30%. Jika dibuat grafik akan terlihat grafik potensiometer logaritmis berupa garis lengkung dengan parabola menghadap keatas.

Untuk lebih jelas perhatikan tabel berikut ini :
Skala tampilan 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Perbandingan (%) - 0 30 47 60 70 77 85 90 95 100

Potensiometer Anti Logaritmis (Reverse Log)

Adalah potensiometer dengan perbandingan putaran terharap resistansi yang bergerak mengikuti aturan anti logaritma skala. Potensiometer ini banyak dipakai pada aplikasi penguat gitar.

Skala yang di-antilog kan adalah 0 sampai 1 atau skala tampil dibagi 10. Misalnya pada skala 2 akan diperoleh perbandingan sebesar anti logaritma dari 0.2 yaitu kira-kira sebesar 10%. Jika dibuat grafik akan terlihat grafik potensiometer logaritmis berupa garis lengkung dengan parabola menghadap kebawah.

Untuk lebih jelas perhatikan tabel berikut ini :
Skala Tampilan 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Perbandingan (%) 0 10 15 20 25 30 40 50 65 80 100

13 komentar:

  1. aq msih bingung nih antara potensio linear dg logaritmis,

    apa yg membedakan hanya rotasinya saja atw bagaimana master........?????
    jadi linear lebih membuka secara perlahan dibandingkan logaritmis.

    mohon pencerahannya master

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang membedakan adalah posisi putaran terhadap nilai resistansi. Contohnya gini, saat posisi putaran tepat ditengah (50%) maka nilai resistansi pada potensio linear adalah 50% sedangkan pada logaritmis sekitar 70% (mengacu pada nilai log 5)

      Delete
  2. terimakasih banyak master atas pencerahan'a.............
    keraguan saya akhir'a sedikit terobati
    @SUKSES SELALU

    ReplyDelete
  3. Salam kenal,..... mau tanya mas Eko, kalau jenis linier B di pakai untu audio Vol atau Tone apa akibatnya terutama pada sound yg di hasilkan .....terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga, tidak berpengaruh pada respon suara, hanya saja saat putaran awal terasa lebih keras saja

      Delete
    2. Salam kenal juga, tidak berpengaruh pada respon suara, hanya saja saat putaran awal terasa lebih keras saja

      Delete
  4. gan potensio ampli ocl ku type b50k cepet rusak bunyi kresek kresek apa memang tipe b ga cocok buat volume ampli yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. barangkali kualitasnya kurang bagus itu mas. biasanya ampli kebanyakan pakai B

      Delete
  5. gan sya mau tanya kalau penganti potensio a500k potensio brapa tambh resistor brapa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. agak repot jawabnya. bisa dicoba pakai yang potensio 100k seri 5 pcs aja

      Delete
  6. gan sy pny potensio C100k, buat ampli masuk gk ya?

    ReplyDelete