Sunday, May 31, 2015

Mengenal Komponen Thermistor (Thermal Resistor)

Thermistor adalah komponen resistor yang nilai resistansinya berubah mengikuti perubahan suhu pada tubuhnya. Ada dua jenis thermistor yaitu NTC dan PTC. NTC merupakan singkatan dari Negatif Thermal Coefficient, sedangkan PTC merupakan singkatan dari Positive Thermal Coefficient. Nilai resistansi dari NTC akan turun (mengecil) jika suhu naik, sedangkan PTC sebaliknya, nilai resistansinya akan naik (membeasar) jika suhu naik.

Deteksi panas pada NTC dan PTC terletak pada tubuhnya. Oleh karena itu ada dua sistem aplikasi yang dapat diterapkan pada NTC dan PTC, yaitu pemanasan internal dan eksternal. Sistem pemanasan internal berarti NTC dan PTC bisa panas dengan sendirinya karena dialiri arus. Cara ini kebanyakan dipakai pada rangkaian input power supply.

Sistem yang kedua adalah dengan pemanasan eksternal, artinya body NTC dan PTC mendeteksi panas dari luar seperti misalnya dari lempengan pendingin (heatsink) atau dari bodi komponen lain seperti transistor dan IC. Sistem deteksi panas eksternal ini banyak dipakai pada rangkaian proteksi, misalnya pada rangkaian power amplifier.

Bentuk Fisik Thermistor

Pada umumnya bentuk fisik thermistor dengan pemanasan internal berupa lempengan bulat dengan dua kaki. Namun khusus untuk thermistor jenis PTC pada aplikasi rangkaian degausing coil ada yang berbentuk kotak persegi.

Bentuk fisik thermistor dengan pemanasan eksternal biasanya agak bulat pipih dengan disertai lubang skrup untuk menempelkan body NTC ke bidang yang disensor.

Sebagai gambaran silahkan lihat beberapa bentuk NTC dan PTC berikut ini:
Bentuk Fisik NTC dan PTC

Nilai Thermistor

Setiap thermistor harus memiliki nilai standar yang diukur pada suhu tertentu. Nilai thermistor dinyatakan dalam Ohm. Suhu yang dipakai untuk mengukur resistansi standar sebuah thermistor adalah 25 °C. Nilai thermistor akan berhenti berubah jika telah tercapai suhu maksimal dari spesifikasi tiap-tiap thermistor.

Penggunaan Thermistor

Thermistor banyak digunakan pada rangkaian elektronika terutama untuk sensor panas. Penggunaan NTC dan PTC bisa menggunakan sistem pemanasan eksternal dan internal. Untuk pemasangan eksternal biasanya pada NTC diberi lubang skrup untuk menempelkan body NTC ke bidang panas yang akan disensor. Penggunaan dengan pemanasan eksternal misalnya pada rangkaian proteksi over heat pada rangkaian power amplifier.

Contoh penggunaan NTC dan PTC dengan pemanasan internal adalah pada pesawat televisi. NTC dipakai pada jalur input AC 220V rangkaian SMPS untuk keperluan slow start. Sedangkan PTC dipakai pada rangkaian Degausing Coil untuk keperluan demagnetisasi CRT agar warna kembali normal. Baik NTC dan PTC memiliki nilai resistansi tertentu, kemudian nilai resistansi tersebut akan berubah mengikuti perubahan suhu saat televisi dinyalakan.

Untuk lebih jelas perhatikan aplikasi NTC dan PTC pada skema televisi berikut ini:
Aplikasi NTC dan PTC pada Televisi

0 komentar

Post a Comment