Sunday, May 24, 2015

Mengenal Komponen Resistor Tetap

Resistor adalah komponen elektronika yang bersifat menghambat atau menahan. Kata resistor berasal dari bahasa inggris yang berarti penghambat atau penahan. Setiap resistor mempunyai nilai hambatan tertentu yang dinyatakan dalam satuan Ohm. Nilai resistor dinyatakan dalam kode warna atau tulisan angka. Dalam nilai resistor biasanya disertai parameter toleransi dan kekuatan daya resistor.

Ada dua jenis resistor yaitu resistor tetap (fixed) dan resistor tidak tetap (variabel). Resistor tetap adalah resistor yang mempunyai nilai tetap dan tidak berubah selama pemakaian. Sedangkan resistor variabel adalah resistor yang nilainya bisa diubah selama pemakaian. Perubahan nilai resistor variabel ini ditentukan oleh pengguna, jadi selama tidak diubah maka nilai resistor variabel bersifat tetap.

Simbol resistor tetap

Ada beberapa jenis simbol resistor yang lazim dipakai pada rangkaian elektronika. Masing-masing simbol bisa dipakai namun sebaiknya dalam sebuah rangkaian digunakan simbol resistor yang sama.

Berikut ini beberapa simbol resistor tetap yang lazim di gunakan:
Simbol Resistor

Bentuk fisik resistor tetap

Resistor tetap yang sering kita jumpai dalam rangkaian elektronika memiliki bentuk fisik bulat panjang berkaki dua dengan bodi tengah agak landai dbandingkan bodi pinggir yang dekat kaki. Namun selain itu ternyata ada beberapa bentuk fisik resistor tetap yang lain seperti kotak putih (biasanya resistor dengan daya besar mulai 3 watt keatas) dan bentuk kotak kecil tipis untuk jenis resistor SMD.
Macam-macam Resistor Tetap
Besarnya ukuran fisik resistor berbanding lurus dengan daya resistor. Semakin besar resistor maka semakin besar pula ukuran dayanya. Resistor yang banyak dipakai pada rangkaian praktek biasanya berukuran 0.25 watt dan 0.5 watt. Resistor ukuran besar biasanya dipakai pada rangkaian power amplifier dan power supply.

Nilai Resistor Tetap

Nilai resistor tetap dinyatakan dalam satuan Ohm. Untuk nilai yang lebih besar biasanya disebut dengan kiloOhm (kOhm) atau MegaOhm (MOhm). Cara menyatakan nilai resistor tetap ada dua macam, yaitu melalui gelang warna yang dicat pada bodi resistor atau dengan penulisan teks langsung pada bodi resistor.
Jenis gelang warna resistor
Khusus mengenai resistor dengan gelang warna dibedakan menjadi dua, yaitu resistor dengan empat gelang warna dan resistor dengan lima gelang warna. Resistor dengan lima gelang warna biasanya memiliki nilai yang lebih presisi dengan toleransi yang lebih kecil.

Berikut ini tabel gelang warna resistor :
Warna Angka Banyaknya Nol Toleransi
Hitam 0 0 -
Cokelat 1 1 1%
Merah 2 2 2%
Oranye 3 3 -
Kuning 4 4 -
Hijau 5 5 -
Biru 6 6 -
Ungu 7 7 -
Abu-abu 8 8 -
Putih 9 9 -
Emas - 0.1 5%
Perak - 0.01 10%
Tak berwarna - - 20%

Nilai Resistor 4 gelang Warna

Untuk menyatakan nilai resistor dengan empat gelang warna kita mengikuti aturan sebagai berikut :
  1. Gelang pertama menjadi angka pertama
  2. Gelang kedua menjadi angka kedua
  3. Gelang ketiga menjadi banyaknya nol (0)
  4. Gelang keempat merupakan toleransi resistor

Contoh nilai resistor dengan 4 gelang warna:

Resistor dengan gelang warna cokelat, hitam, merah, emas memiliki nilai 1000Ohm atau 1 kiloOhm dengan toleransi 5%.

Nilai Resistor 5 gelang Warna

Untuk menyatakan nilai resistor dengan lima gelang warna kita mengikuti aturan sebagai berikut :
  1. Gelang pertama menjadi angka pertama
  2. Gelang kedua menjadi angka kedua
  3. Gelang ketiga menjadi angka ketiga
  4. Gelang keempat menjadi banyaknya nol (0)
  5. Gelang kelima merupakan toleransi resistor

Contoh nilai resistor dengan 5 gelang warna:

Resistor dengan gelang warna cokelat, merah, hijau, merah, cokelat memiliki nilai 1250Ohm dengan toleransi 1%.

Toleransi Resistor Tetap

Toleransi adalah besaran variasi nilai sebuah resistor saat diproduksi. Seperti diketahui bahwa sangat sulit membuat sesuatu secara sama persis dalam jumlah banyak, apapun itu. Pasti ada perbedaan atau penyimpangan nilai dari masing-masing resistor yang dibuat oleh pabrik. Nah, untuk membatasi variasi nilai tersebut ditentukan penyimpangan nilai maksimal melalu parameter toleransi resistor.

Besarnya toleransi resistor dinyatakan dalam persentase (%). Nilai toleransi resistor berlaku keatas dan kebawah, artinya nilai resistor dibatasi oleh nilai batas bawah dan batas atas. batas bawah merupakan nilai standar resistor dikurangi dengan persentase toleransi terhadap nilai standar, sedangkan nilai batas atas merupakan nilai standar resistor ditambah dengan persentase toleransi terhadap nilai standar.

Sebagai contoh sebuah resistor dengan nilai 1000 Ohm 5% memiliki nilai batas bawah sebesar 9950 dan batas atas sebesar 1050. Jadi jika semua resistor dari pabrik kita ukur dengan multimeter maka resistor yang dianggap baik adalah yang memiliki nilai diantara 9950-1050 Ohm.

0 komentar

Post a Comment