Monday, May 25, 2015

Cara Mudah Mengetahui Nilai Gelang Warna Resistor

Mengetahui nilai resistor yang menggunakan gelang warna memang gampang-gampang susah. Bagi saya pribadi yang sudah hampir 20 tahun belajar elektronika tentu bukan jadi soal. Dengan sekejap mata saja sudah tahu berapa nilai gelang warna resistor, karena saking terbiasanya. Namun beda ceritanya jika ingat waktu dulu saat awal-awal belajar elektronika, menyebutkan nilai gelang warna resistor seolah-olah hal yang sulit dan harus belajar berulang-ulang khususnya saat akan dites satu per satu oleh guru.

Tips untuk mengetahui nilai gelang warna sebuah resistor ini saya peroleh saat menjalani rutinitas pekerjaan sehari-hari, khususnya saat memberi pembekalan kepada para siswa PKL. Meski sudah menginjak kelas 2 SMK, tidak jarang dari mereka masih belum begitu lancar menyebutkan nilai resistor berdasarkan gelang warnanya. Untuk membantu mereka, saya bagikan beberapa tips mengetahui nilai resistor dari gelang warnanya dengan mudah dan cepat seperti berikut ini.

Cara mudah menghafal urutan warna pada gelang resistor

Ada 13 warna yang dipakai dalam menentukan nilai sebuah resistor. Diantara 13 warna tersebut, ada 10 warna yang mewakili angka, 12 warna yang merupakan jumlah nol (0) dan 5 warna yang menentukan nilai toleransi.

Kita mulai dari 10 warna yang mewakili angka 0 sampai 9 yaitu hitam, cokelat, merah, oranye (jingga), kuning, hijau, biru, ungu, abu-abu dan putih. Untuk membantu mempermudah menghafal urutan warna ini kita menggunakan teori warna pelangi yaitu ME-JI-KU-HI-BI-NI-U. Namun pada resistor, warna nila atau biru muda tidak dipakai.
Warna Pelangi
Warna hitam berarti 0, cokelat berarti 1 dan seterusnya 2-7 merupakan warna pelangi (ME-JI-KU-HI-BI-U) lalu diakhiri dengan warna abu-abu berarti 8 dan putih berarti 9. Dengan cara ini kita cukup menghafal tiga bagian saja, awal (hitam dan cokelat, warna pelangi lalu abu-abu dan putih).

Kemudian untuk warna yang menentukan jumlah nol kita mengacu pada warna yang menentukan angka ditambah dengan warna emas untuk x0,1 dan perak untuk x0.01. Lalu untuk toleransi kita cukup menghafal warna emas (5%) dan warna cokelat (1%) saja. Hal ini dikarenakan kebanyakan resistor dengan 4 gelang warna memiliki toleransi 5% dan resistor dengan 5 gelang warna memiliki toleransi 1%.

Mengelompokkan nilai resistor berdasarkan gelang ketiga

Gelang ketiga pada resistor dengan 4 gelang warna merupakan jumlah nol. Jadi dengan mengacu pada warna gelang ketiga kita bisa menentukan di posisi mana nilai resistor tersebut. Seperti misalnya resistor yang memiliki warna oranye pada gelang ketiga pasti mempunyai nilai antara 10k sampai 100k, atau mudahnya warna oranye ini kita ganti dengan huruf k saja. Seperti misalnya resistor dengan warna cokelat, hitam, oranye dan emas memiliki nilai 10kΩ toleransi 5%.

Berikut contoh teknik pengelompokan nilai resistor berdasarkan gelang ketiga :
  1. Warna perak memiliki nilai mulai dari 0.1 sampai dibawah 1.
  2. Warna emas memiliki nilai mulai dari 1 sampai dibawah 10.
  3. Warna hitam memiliki nilai mulai dari 10 sampai dibawah 100. Dengan cara lain, warna hitam boleh diabaikan karena tidak memiliki jumlah nol.
  4. Warna cokelat memiliki nilai mulai dari 100 sampai dibawah 1k.
  5. Warna merah memiliki nilai mulai dari 1k sampai dibawah 10k.
  6. Warna oranye memiliki nilai mulai dari 10k sampai dibawah 100k. Dengan cara lain, warna oranye bisa langsung kita ganti dengan huruf "k" saja.
  7. Warna kuning memiliki nilai mulai dari 100k sampai dibawah 1M.
  8. Warna hijau memiliki nilai mulai dari 1M sampai dibawah 10M.
  9. Warna biru memiliki nilai mulai dari 10M sampai dibawah 100M. Dengan cara lain, warna biru bisa langsung kita ganti dengan huruf "M" saja.
  10. Warna putih hampir tidak pernah saya temui selama praktek karena memiliki nilai hambatan diatas 100M.

Mengenal pola angka pada nilai resistor

Cara ini saya gunakan untuk mempermudah para siswa saat praktek menggunakan resistor. Beberapa nilai resistor yang digunakan memiliki pola angka yang beraturan seperti 1Ω, 10Ω, 100Ω, 1kΩ, 10kΩ dan 100kΩ memiliki angka yang beraturan yaitu angka 1.

Mirip dengan pola angka 1 tersebut, terdapat beberapa pola angka lainnya seperti misalnya 1.2 , 1.5, 1.8 dan sebagainya. Dengan mengenal pola-pola angka ini diharapkan tidak tercipta resistor dengan nilai "aneh" misalnya 520 Ohm.

Berikut ini pola angka yang lazim dipakai pada nilai resistor yang ada di pasaran:
Pola Angka Jumlah Nol
0 1 2 3 4 5 6
1 1 10 100 1k 10k 100k 1M
1.2 1.2 12 120 1k2 12k 120k 1M2
1.5 1.5 15 150 1k5 15k 150k 1M5
1.8 1 18 180 1k8 18k 180k 1M8
2 2 20 200 2k 20k 200k 2M
2.2 2.2 22 220 2k2 22k 220k 2M2
2.7 2.7 27 270 2k7 27k 270k 2M7
3 3 30 300 3k 30k 300k 3M
3.3 3.3 33 330 3k3 33k 330k 3M3
3.9 3.9 39 390 3k9 39k 390k 3M9
4.7 4.7 47 470 4k7 47k 470k 4M7
5.1 5.1 51 510 5k1 51k 510k 5M1
5.6 5.6 56 560 5k6 56k 560k 5M6
6.8 6.8 68 680 6k8 68k 680k 6M8
7.5 7.5 75 750 7k5 75k 750k 7M5
8.2 8.2 82 820 8k2 82k 820k 8M2

0 komentar

Post a Comment