Wednesday, March 18, 2015

Sistem Power Supply pada Komputer

Power supply komputer adalah unit yang menyediakan daya bagi seluruh bagian komputer seperti prosesor, harddisk, ram, motherboard dan lain-lain. Input power supply komputer adalah tegangan jala-jala listrik AC. Karena  di Indonesia menggunakan tegangan listrik AC 220 Volt dari PLN maka rata-rata power supply komputer yang ada di Indonesia menggunakan sistem input 220 Volt.

Power supply komputer mengolah tegangan AC 220V dari PLN menjadi tangan DC yang lebih kecil untuk keperluan supply setiap bagian komputer. Misalnya untuk supply harddisk membutuhkan tegangan sebesar +5 Volt dan +12 Volt. Kemudian untuk mouse, keyboard dan USB membutuhkan tegangan +5 Volt dan sebagainya.

Sistem Power Supply Komputer

Power supply komputer yang ada saat ini kebanyakan menggunakan sistem power supply switching yang dikenal dengan istilah SMPS (Switching Mode Power Supply). Sistem ini berbeda dengan sistem power supply konvensional yang menggunakan sebuah trafo step down, dioda serta elco untuk menurunkan tegangan dan menyearahkan tegangan. Alasan menggunakan sistem power supply SMPS adalah karena power supply SMPS lebih efisien dibandingkan dengan power supply knvensional.

Sistem power supply SMPS menggunakan teknik PWM (Pulse Width Modulation). PWN adalah teknik modulasi yang mengubah lebar sebuah pulsa. Dengan mengubah lebar pulsa maka diperoleh duty cycle (siklus tugas) yang lebih tinggi dan berakibat pada naiknya efisiensi power supply. Pulsa yang sudah dimodifikasi ini selanjutnya dimasukkan ke sebuah trafo untuk diinduksikan ke bagian sekunder.

Keluaran trafo SMPS pada bagian sekunder ini kemudian disearahkan oleh komponen dioda dan elco. Agar menghasilkan tegangan output yang stabil, pada SMPS juga dipasang sebuah rangkaian regulasi feedback yang berfungsi mengontrol kerja pembangkit sinyal PWM pada primer agar menghasilkan tegangan output yang stabil meskipun pada beban berat.

Berikut ini beberapa kelebihan dari rangkaian power supply SMPS :
  1. Efisiensi tinggi diatas 90%, ini penting karena komputer membutuhkan daya yang lumayan besar terutama komputer desktop.
  2. Ukuran kecil dan beratnya ringan, sangat berbeda dengan trafo konvensional yang besar dan berat.
  3. Stabil, dibutuhkan untuk menjaga kestabilan proses kerja komputer yang hampir semuanya menggunakan sistem digital.
  4. Murah, harga rangkaian power supply yang berupa beberapa komponen elektronika ditambah dengan trafo SMPS masih lebih murah dari trafo konvensional beserta trangkaian penyearah dan stabilisernya.
  5. Aman, karena adanya sistem proteksi pada rangkaian SMPS yang terintegrasi dengan rangkaian osilator PWM.

Bagian-bagian Power Supply Komputer

Pada power supply komputer terdapat dua bagian utama yaitu standby power supply danmain power supply. Power supply standby adalah yang menyediakan daya awal untuk kebutuhan standby, yakni saat pertama kali daya komputer masuk namun komputer belum hidup. Output dari power supply standby ini sebesar +5 Volt yang menyuply rangkaian bios sehingga dapat menangani fungsi on/off saat tombol power ditekan.

Bagian yang kedua adalah main power supply. Bagian ini merupakan unit utama yang menyediakan banyak tegangan output dengan nilai tegangan dan arus yang berbeda-beda. Main power supply ini akan ON jika ada sinyal perintah dari motherboard yang dipicu oleh penekanan tombol power pada panel casing. Daya pada main power supply inilah yang dimaksud dengan daya power supply komputer yang sesungguhnya.

Output Tegangan Power Supply Komputer

Sesuai dengan kebutuhan bagian-bagian komputer, maka power supply harus mampu menyediakan beberapa output tegangan. Selain dari tegangan +5V untuk keperluan standby, Power supply utama komputer mengeluarkan banyak tegangan output diantaranya +12 Volt, +5 Volt, +3V3 dan -12Volt.

Output tegangan power supply ini disalurkan dengan beberapa soket kabel diantaranya adalah soket 20+4 yang menuju ke motherboard, 4pin ke harddisk dan 4pin ke chipset. Berikut ini keterangan dari soket keluaran power supply komputer yang saya kutip dari Wikipedia :
  • Soket 20+4 pin yang menuju ke motherboard. Soket ini berisi tegangan-tegangan yang dibutuhkan oleh motherboard. Keterangan pin dari soket 20+4 pin :
    24-pin ATX12V 2.x power supply connector
    Color Signal Pin Pin Signal Color
    Orange +3.3 V 1 13 +3.3 V Orange
    +3.3 V sense Brown
    Orange +3.3 V 2 14 −12 V Blue
    Black Ground 3 15 Ground Black
    Red +5 V 4 16 Power on Green
    Black Ground 5 17 Ground Black
    Red +5 V 6 18 Ground Black
    Black Ground 7 19 Ground Black
    Grey Power good 8 20 No connection
    Purple +5 V standby 9 21 +5 V Red
    Yellow +12 V 10 22 +5 V Red
    Yellow +12 V 11 23 +5 V Red
    Orange +3.3 V 12 24 Ground Black
    Tiga pin yang ditandai (8, 13, dan 16) adalah sinyal kontrol, bukan tegangan output. “Power On” harus didorong rendah (di nol-kan)untuk menghidupkan PSU. “Power good” akan rendah ketika keluaran lain belum tercapai, dan tinggi ketika tegangan sudah benar. Tegangan “3,3 V” adalah sensor untuk penginderaan jauh.
    Pin 20 digunakan untuk menyediakan-5VDC di ATX dan versi ATX12V hingga 1,2. Hal ini opsional dalam versi 1.2, dan hilang di ver. 1.3 dan ke atas.
    Keterangan pin dari soket 20+4 pin – sumber: wikipedia
  • Soket 4 pin ke IDE harddisk dan CD/DVD. Soket berisi 1 kabel warna merah (+5V), 1 kabel warna kuning (+12V) dan 2 kabel warna hitam (ground- 0V).
  • Soket 4 pin ke motherboard untuk VGA adapter (AGP / PCI-E). Soket ini berisi 2 kabel warna kuning (+12V) dan dua kabel warna hitam (ground-0V).
  • Soket 4 pin ke Floppy. Soket berisi 1 kabel warna merah (+5V), 1 kabel warna kuning (+12V) dan 2 kabel warna hitam (ground- 0V).
  • Soket 15 pin ke SATA. Soket ini berisi tegangan +3V3, +5V dan +12V.

Fan Cooler

Untuk mendinginkan komponen-komponen didalam power supply komputer biasanya dipasang sebuah kipad DC 12Volt didalam power supply. Fungsi kipas DC ini sangat penting untuk menjaga kinerja power supply agar stabil dan tidak rusak karena terlalu panas (over heat).

Pertanahan (Grounding)

Adalah sistem pertanahan yang menetralisir tegangan bocor dari rangkaian SMPS. Jika pertanahan ini tidak dipasang yang terjadi casing komputer kita akan seperti nyetrum walaupun tidak mematikan (hanya mengagetkan saja).

Selain untuk menghilangkan tegangan bocor, sistem pertanahan ini juga berfungsi menyetabilkan kerja masing-masing bagian power supply terutama kerja mother board. Hal ini karena pada motherboard banyak sekali transmisi sinyal digital dengan frekuensi tinggi yang harus dijaga agar tidak kena gangguan dari sekitarnya seperti dari bocoran monitor maupun printer.

Efek dari pertanahan power supply yang buruk bisa mengakibatkan kerusakan pada motherboard. Jika ringan mungkin hanya hang saja, namun akan sangat merugikan jika sudah merusakkan motherboard secara fisik yang tentu harus mengeluarkan biaya untuk penggantian.

Demikian sistem kerja power supply komputer, semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi kita dalam memilih power supply komputer.

0 komentar

Post a Comment