Saturday, March 14, 2015

Cara Memformat Harddisk

Jika pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan tentang partisi harddisk, maka pada tulisan kali ini akan dilanjutkan dengan cara memformat harddisk. Sebuah harddisk hanya bisa digunakan setelah diisi dengan file system. Proses menanamkan file system ke dalam harddisk inilah yang disebut dengan memformat harddisk.

Jika sebuah harddisk diformat maka isi data yang ada pada harddisk (jika ada) akan dihapus dan harddisk akan berada dalam kondisi kosong. Proses memformat harddisk ini ada tiga level kedalaman, yaitu low level format, normal format dan quick format. Berikut penjelasan dari ketiga macam format serta cara memformat harddisk dengan tidak kedalam format tersebut.

Low Level Format

Low level format adalah cara memformat harddisk paling dalam dan membuat data yang ada pada cakram magnetic dalam harddisk benar-benar dihapus. Proses ini dulu saya pakai untuk memperbaiki harddisk yang sudah bad sector. Dengan cara ini masing-masing sektor akan dimagnetisasi ulang sehingga kemagnetannya diharapkan kembali ke level semula.

Selain itu low level format ini juga berfungsi untuk menghapus data permanen dan tidak mungkin di recovery lagi. Maka dari itu low level format sering disebut dengan istilah Wipe harddisk. Penghapusan permanen ini dibuthhkan ketika data yang tersimpan sebelumnya benar-benar bersifat rahasia seperti misalnya rahasia negara atau rahasia perusahaan yang ada pada komputer yang akan dilelang.

Untuk memformat harddisk dengan low level format biasanya diperlukan aplikasi tambahan seperti misalnya Darik’s Boot and Nuke. Program ini bisa mengerjakan low level format untuk benar-benar menghapus data dari harddisk.

Berikut ini cara melakukan low level format dengan Darik’s Boot and Nuke :
  • Download software Darik’s Boot and Nuke(DBOT) lalu ekstrak dan burn kedalam disk (CD).
  • Booting komputer dengan menggunakan CD DBOT, jadi tidak perlu masuk ke sistem operasi.
  • Setelah proses booting selesai akan tampil command prompt.
  • Jalankan perintah penghapusan data dengan mengetikkan autonuke pada commant prompt.
  • Tunggu proses penghapusan data yang lamanya waktu penghapusan tentu bergantung dari kapasitas harddisk yang dihapus.
Yang perlu diperhatikan disini adalah saat melakukan low level format kita menghapus seluruh isi harddisk termasuk partisi-partisi yang ada didalamnya. Kita tidak bisa memilih menghapus satu atau beberapa partisi saja. Konsekuensi dari low level format adalah kehilangan data selama-lamanya, sehingga pastikan benar-benar sebelum menjalankan low level format.

Normal Format

Ini adalah proses format yang dulu sering kita lakukan pada DOS (khusus generasi tua tentunya...) karena sekarang sudah jalan pakai klik dan sentuh. Saat itu jika akan memformat harddisk atau disket saya mengetikkan perintah format spasi drive dan seterusnya. Proses inilah sebenarnya yang sering kita dengan sehari-hari, normal format sering disebut dengan format saja.

Proses format ini adalah proses menuliskan file system pada harddisk. Jadi berbeda dari low level format yang tujuannya menghapus data atau memperbarui kemagnetan harddisk. Pada proses format ini kita menanamkan struktur penyimpanan pada harddisk sesuai dengan file system yang akan diisikan.

Proses format seperti ini masih bisa direcovery atau dikembalikan lagi datanya. Hal ini karena pada normal format kita tiodak menghapus setiap track dan sektor pada harddisk namun hanya membuat sebuah kerangka file system pada harddisk.

Cara memformat harddisk pada Windows atau DOS dengan command prompt :
  • Ketik perintah format(spasi)drive lalu enter.
  • Contoh= format c:
Cara memformat harddisk pada Windows dengan Windows Explorer :
  • Buka Windows Explorer
  • Klik kanan pada drive harddisk lalu pilih format.
  • Pilih file system lalu klik format
  • Tunggu sampai format selesai ditandai dengan pesan format complete.
Cara memformat harddisk pada Linux dengan terminal:
  • Buka terminal lalu ketik perintah sudo mkfs.nama_filesystem(spasi)device
  • Contoh format ext4 : sudo mkfs.ext4 /dev/sda1
  • Nama sda1 adalah device harddisk yang bisa dilihat dengan mengetikkan perintah sudo fdisk -l
  • Tunggu proses format sampai selesai
Cara memformat harddisk pada Linux (Ubuntu/Linux Mint) dengan aplikasi :
  • Buka aplikasi Disk
  • Pilih partisi harddisk yang akan diformat lalu pilih format.
  • Pada type kita bisa memilih file system dan pada Name kita bisa membuat label untuk harddisk.
  • Klik format untuk memproses format harddisk.

Quick Format

Ini adalah cara memformat harddisk dengan cepat. Cara ini dilakukan ketika harddisk sudah pernah diinstal file system sebelumnya dan tinggal menghapus data saja. Proses quick format lebih cepat dari normal format karena pada quick format tidak dilakukan pengecekan bad sector dan tidak ada verifikasi setelah format. Cara ini bisa kita lakukan jika yakin harddisk dalam kondisi baik dan yakin tidak ada bad sector.

Cara melakukan quick format sama dengan saat melakukan format normal hanya saja kita menambahkan opsi quick format. Seperti misalnya pada Windows explorer kita bisa centang quick format yang ada pada window format disk. Bagitu juga dengan aplikasi Disk yang ada pada Linux Ubuntu, pada opsi erase kita pilih quick.

Untuk perintah quick format dengan command prompt pda Windows atau DOS kita bisa tambahkan opsi /Q pada perintah format. Sedangkan pada perintah Linux kita tambahkan opsi -Q atau --quick pada perintah mkfs.

Itulah beberapa cara untuk memformat harddisk pada komputer. Cara-cara ini juga bisa diaplikasikan untuk memformat flash disk atau kartu memory. Namun tentu tidak untuk yang low level format. Semoga menambah wawasan kita terutama yang sering bertanya apa perbedaan dari format biasa da quick format.

0 komentar

Post a Comment