Saturday, March 14, 2015

Cara Membuat Partisi pada Harddisk

Partisi adalah membagi harddisk menjadi beberapa blok penyimpanan yang independen. Setiap partisi pada harddisk bisa diformat dengan file system yang berbeda. Pada windows, setiap partisi harddisk ditandai dengan nama drive yang berbeda. Ukuran partisi pada harddisk ini bisa ditentukan sendiri oleh kita dengan mengacu pada kebutuhan penggunaan memory data.

Ada beberapa cara untuk membuat partisi pada harddisk, namun secara umum dapat dibagi dua yaitu membuat partisi harddisk saat proses instalasi sistem operasi dan membuat partisi harddisk dengan program setelah proses instalasi sistem operasi selesai. Cara yang kedua ini bisa memerlukan program aplikasi partisi harddisk seperti misalnya aplikasi Disk Management dan Partition Magic pada Windows serta Gparted dan KDE Partition Editor pada Linux.

Cara membuat partisi harddisk saat instal sistem operasi

Dengan cara ini kita bisa langsung membuat partisi harddisk pada saat proses instal sistem operasi, misalnya saat instal Linux atau Windows. Sebetulnya saat mulai instal sistem operasi kita sudah "dipaksa" untuk membuat partisi harddisk setidaknya satu pada Windows dan dua pada Linux (Program+Swap).

Namun kita diberi opsi untuk langsung melakukan pembagian untuk "memecah-mecah" harddisk atau tidak. Jika proses ini tidak dilakukan, maka nantinya kita harus membuat partisi lagi setelah proses instal sistem operasi selesai.

Cara membuat partisi harddisk saat instal Ubuntu dan Linux Mint

  1. Pembuatan partisi dilakukan setelah memilih instalation type, pilih yang custom (paling bawah).
  2. Akan tampak gambar visual pembagian harddisk, jika harddisk baru hanya ada satu bagian unallocated size.
  3. Jika pada harddisk sudah ada partisi, silahkan hapus dulu dengan cara klik kanan pada partisi lalu pilih delete atau hapus.
  4. Untuk membuat partisi silahkan klik harddisk lalu pilih New Partition Table.
  5. Masukkan ukuran harddisk misalnya 20000 untuk 20GB.
  6. Pilih filesystem yang akan diterapkan pada harddisk, misalnya EXT4.
  7. Setting mount point dari partisi baru, misalnya "/" (root).
  8. Setelah selesai lanjutkan saja proses instalasi dan semua partisi baru akan dibuat secara otomatis.

Cara membuat partisi harddisk saat instal Windows XP

  1. Proses pembuatan atau setup partisi saat instal Windows XP dilakukan menekan F8 setelah membaca EULA (End User Lisence Agreement).
  2. Setup kemudian akan mendeteksi keberadaan sistem operasi Windows XP yang telah terinstal , jika ada akan muncul konfirmasi Repair atau Don't Repair.
  3. Kemudian akan tampil daftar partisi yang ada pada harddisk jika ada, bila harddisk baru akan tampil Unpartitioned.
  4. Jika partisi sudah ada kita bisa menekan tombol D untuk menghapus partisi dan L untuk konfirmasi hapus.
  5. Untuk membuat partisi baru tekan tombol C, lalu pilih FAT32 atau NTFS kemudian masukkan ukuran partisi dan tekan enter.
  6. Partisi baru sudah berhasil dibuat.
  7. Pada partisi yang akan diinstali sistem operasi Windows XP akan otomatis diformat oleh installer dan partisi yang tidak diinstali Windows XP akan kita format nanti setelah selesai instalasi Windows XP.

Cara membuat partisi harddisk saat instal Windows 7 dan Windows 8

  1. Proses pembuatan atau setup partisi saat instal Windows 8 dilakukan setelah membaca EULA (End User Lisence Agreement).
  2. Untuk membuat partisi dengan ukuran tertentu silahkan klik Drive Option.
  3. Jika harddisk baru, maka akan muncul area kosong pada keseluruhan harddisk.
  4. Jika harddisk sudah pernah diinstal partition, kita bisa hapus dengan klik partisi lalu klik Delete.
  5. Untuk membuat partisi, klik New lalu masukkan ukuran partisi yang diinginkan.
  6. Untuk memformat partisi, klik partisi yang telah dibuat lalu klik opsi format.
  7. Pembuatan partisi akan langsung dilakukan setelah klik Next.

Cara membuat partisi harddisk dengan aplikasi setelah instal sistem operasi

Cara ini dilakukan setelah berhasil menginstal sistem operasi. Cara ini memerlukan aplikasi baik itu aplikasi bawaan seperti Disk Management pada Windows atau pun aplikasi tambahan misalnya Partition Magic pada Windows dan Gparted pada Linux. Dengan aplikasi ini kita bisa membuat partisi baru dan juga mengubah ukuran partisi yang sudah ada.

Cara membuat partisi harddisk dengan Disk Management

  1. Buka aplikasi disk management dengan mengetikkan perintah diskmgmt.msc pada cmd atau Run command (tekan tombol Windows+R pada keyboard).
  2. Atau bisa juga klik kanan pada icon Computer pilih Manage lalu pada menu kiri pilih Disk Management.
  3. Kemudian akan tampil window disk management, klik kanan pada area harddisk yang kosong kemudian pilih New Simple Volume.
  4. Akan muncul window pengaturan partisi baru.
  5. Masukkan ukuran partisi yang diinginkan, drive letter untuk partisi baru dan opsi format atau tidak.
  6. Klik Next lalu Finish untuk menyetujuipembuatan partisi baru pada harddisk.

Cara membuat partisi harddisk dengan GParted

  1. Buka aplikasi Gparted dengan menjalankan perintah gparted pada terminal, atau klik shortcut Gparted pada start menu.
  2. Akan tampil harddisk beserta pembagian partisinya.
  3. Untuk membuat partisi baru, klik pada harddisk lalu pilih Create Partition table.
  4. Pilih tipe partisi, ukuran partisi dan file system.
  5. Klik Apply untuk memproses pembuatan partisi.

Cara membuat partisi harddisk dengan Partition Magic

  1. Jalankan aplikasi Partition Magic.
  2. Akan tampil alokasi pembagian harddisk, jika harddisk baru maka semua arena akan kosong.
  3. Klik Create Partition pada area yang kosong lalu masukkan ukuran partisi dan filesystem serta pilih opsi diformat atau tidak.
  4. Setelah selesai, Apply untuk memproses pembuatan partisi.
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan partisi ini adalah kehati-hatian dalam membuat partisi terutama pada harddisk yang sudah ada partisinya. Hal ini karena kesalahan sedikit saja dapat berakibat fatal yaitu kehilangan semua data yang ada pada harddisk dan ini tidak bisa di "undo".

Untuk mengembalikan data karena kesalahan proses partisi kita harus me-recovery harddisk. Proses ini juga tidak menjamin semua data bisa kembali dan biasanya membutuhkan waktu yang relatif lama. Jadi harap berhati-hati dalam melakukan partisi pada harddisk.

0 komentar

Post a Comment