Sunday, February 15, 2015

Stop! Menyimpan File dalam Kepingan CD/DVD

Jika anda masih punya kebiasaan atau mau rencana menyimpan file didalam kepingan CD sebagai backup data atau dokumentasi, sebaiknya segera hentikan sekarang. Mengapa demikian, jawabannya adalah resiko data anda akan hilang dalam beberapa waktu dekat meskipun kepingan CD tersebut tidak kotor atau tergores dan sudah disimpan dalam tempat khusus sekalipun.

Sekilas tentang CD dan DVD

CD adalah singkatan dari Compact Disk. Awal mula munculnya CD adalah sebagai media penyimpanan file musik sebagai pengganti pita kaset. Saat itu CD menjadi primadona audio karena kualitas suaranya yang halus dan tanpa noise dan distorsi. Hal ini karena CD menerapkan teknologi digital dimana sinyal audio yang dihasilkan pasti sesuai dengan yang disimpan didalam CD.

Dengan perkembangan dunia digital terutama dunia komputer, penggunaan CD menjadi semakin luas dengan ditandai munculnya CD-ROM komputer pada sekitar tahun 90an sejak munculnya Windows 98. Penggunaan CD sudah tidak lagi hanya sebagai media penyimpanan sinyal audio (musik) namun sudah meluas fungsinya sebagai media penyimpan data, seperti CD driver hardware komputer.
Contoh keping DVD+RW
DVD adalah media penyimpanan yang lebih besar kapasitasnya dibanding CD.  DVD bisa menyimpan sampai 4.7GB sedangkan CD hanya sekitar 700MB saja. Penggunaan DVD sebagai media penyimpan data di mulai seingat saya sekitar tahun 2005, saat itu muncul rilis Windows Vista dalam format DVD. Penggunaan DVD sebelumnya dipakai untuk media menyimpan film, yaitu sekitar tahun 2001 saat mulai bermunculan DVD player di pasaran.

Resiko Backup File dengan CD dan DVD

Penggunaan CD menjadi lebih "memasyarakat" setelah muncul produk CD-RW, yaitu sebuah hardware yang tidak hanya bisa membaca data dari Cd namun juga bisa merekam data kedalam CD. Saat itu beberapa pengguna komputer termasuk saya dan teman-teman berpikir menyimpan data penting didalam CD untuk mengantisipasi hilangnya data jika harddisk komputer mengalami kerusakan.

Banyak sekali data yang saya backup saat itu, diantaranya yang terpenting adalah file-file dokumentasi foto dan video keluarga dan teman dekat. Saat itu saya berfikir akan aman jika CD yang saya gunakan untuk backup saya taruh didalam casing disk yang baik lalu saya simpan dilemari tanpa tersentuh tangan sembarangan.

Namun apa yang terjadi beberapa waktu kemudian, entah tepatnya kapan dari waktu backup saya tidak ingat. Yang pasti saat saya butuh data gambar untuk keperluan tertentu apa yang saya alami sungguh mengecewakan. CD yang saya pakai untuk menyimpan data tadi sudah tidak bisa dibaca meskipun secara fisik masih bagus, mulus, cling dan relatif tidak tergores yang berarti .

Semula saya berfikir hal ini hanya berlaku untuk kepingan CD, sehingga saya alihkan media backup data saya kedalam kepingan DVD. Saya tidak ingat kapan namun yang pasti waktu itu sudah banyak dijual disk DVD blank dan juga perangkat DVD RW tentunya. Saya sempat berfikir menyimpan file didalam kepingan DVD lebih efisien karena satu keping DVD bisa menyimpan sampai 4.7GB sekitar 4 kali lipat dari kepingan CD.
Contoh Sebuah perangkat DVD RW merk Samsung
Setelah beberapa waktu saya coba buka DVD tempat saya membackup file dan ternyata hasilnya tidak jauh beda dengan CD. DVD sudah mulai sulit dibaca meski baru beberapa bulan saja. Apakah ini karena kepingan CD atau DVD nya murah? ternyata tidak juga. Keping CD R yang saya beli lebih mahal dengan berfikir akan awet ternyata malah lebih dulu rusak, yang lebih murah malah justru rusaknya belakangan.

Jika memang harus menggunakan CD atau DVD sebagai media penyimpanan, pastikan itu hanya sementara untuk keperluan jangka pendek dan tidak bukan bersifat permanen sampai beberapa tahun kedepan. CD dan DVD tetap dibutuhkan sebagai salah satu penyimpanan yang praktis dan aman dari virus. Hal ini disebabkan karena CD dan DVD bersifat Read Only atau hanya bisa dibaca saja, jadi tidak seperti flashdisk atau memory card yang bisa dengan mudah disusupi virus.

Lalu harus disimpan dimana?

Di era internet dan smartphone saat ini lebih realistis jika kita mulai melirik media pengimpanan berbasis cloud. Singkatnya kita simpan saja file tersebut diinternet, disebuah tempat yang dijamin tidak rusak karena dikelola secara profesional meski beberapa layanan menyediakan fasilitas gratis untuk batas penyimpanan tertentu.


Untuk menyimpan file di internet, kita harus mempunyai tempat yang menyediakan jasa penyimpanan khususnya yang gratis. Ada beberapa alternatif penyimpanan diinternet yang bisa dipilih seperti Google Drive, Dropbox, 4Shared, Mediafire dan masih banyak lagi. Untuk menggunakan jasa penyimpanan yang gratis tersebut kita hanya perlu membuat akun dengan alamat email saja.

File-file yang kita simpan di tempat-tempat tersebut insyaAllah aman karena meskipun gratis tapi layanan tersebut dikelola secara profesional dengan standar penanganan yang sudah sesuai dengan standar kualitas yang berlaku. File-file kita akan disimpan didalam drive-drive server yang dimaintenance secara berkala dengan dukungan sistem operasi yang handal dan hardware-hardwae yang berkualitas baik.

Untuk cara penyimpanan pada Google Drive dan Dropbox insyaAllah akan ditulis pada artikel selanjutnya.

0 komentar

Post a Comment