Wednesday, February 18, 2015

Mengapa Saya Memilih Menggunakan Linux ?

Sudah hampir setahun ini saya memilih menggunakan sistem operasi Linux untuk komputer pribadi maupun komputer kerja di perusahaan. Beberapa pekerjaan seperti programming, office, mikro kontroller, design PCB, internet, ngeblog dan lain-lain sudah bisa saya jalani dengan nyaman bersama Linux. Memang ada problem yang saya alami saat menggunakan Linux, namun hal itu bisa teratasi berkat kemauan untuk belajar dan kerja keras untuk mencoba dan terus mencoba.

Awal mula saya mengenal Linux sekitar tahun 2008, saat itu dikenalkan dengan Linux Mandriva 2007 dengan desktop sistem KDE oleh seorang teman. Saat mengenal Linux pertama kali itu saya belum terlalu berminat karena ketika sudah coba diinstal ternyata ada masalah pada driver sound card yang menyebabkan suara yang tidak muncul. Distribusi Linux Mandriva 2007 yang saya pakai ternyata belum support dengan tipe mainboard saya. Karena masih awam dan belum tahu banyak tentang Linux ditambah lagi belum punya koneksi internet, maka masalah tersebut tidak bisa saya atasi dan akhirnya kembali menggunakan Windows.

Selang beberapa tahun kemudian baru muncul lagi semangat untuk menggunakan Linux setelah mendapat informasi dari seorang teman bahwa sekarang Linux sudah lebih lengkap dan mudah untuk digunakan. Koneksi internet menggunakan Linux juga sangat gampang dan tidak perlu setting yang rumit.

Akhirnya pada awal tahun 2014 yang lalu saya putuskan untuk 100% menggunakan Linux untuk komputer pribadi dan kantor tempat bekerja setelah sebelumnya menggunakan Linux berdampingan dengan Windows.

Apa itu Linux ?

Linux adalah sistem operasi yang dibuat untuk komputer. Linux merupakan sistem operasi turunan dari Unix. Linux bersifat gratis dengan kode program sumber terbuka (open source). Linux dikembangkan oleh komunitas-komunitas pengembang Linux yang ada di seluruh dunia.

Sistem operasi Linux kemudian terbagi menjadi beberapa jenis atau turunan yang lazim disebut dengan Distro. Yang paling terkenal saat ini adalah distro Linux Ubuntu. Distro Linux yang lain diantaranya adalah SuSE, Red Hat, Linux Mint dan masih banyak lagi distro Linux yang lain.
Linus Torvalds - Pencipta Kernel Linux
Linux dibuat oleh Linus Torvalds pada tahun 1991. Linus Torvalds adalah seorang mahasiswa yang berasal dari Universitas Helsinki Finlandia. Nama Linux diambil dari nama penciptanya. Oleh Linus Torvalds, kode program Linux dirilis secara bebas atau disebut dengan open source dan bernaung dibawah lisensi GPL (GNU Public Lisense).

Mengapa Memilih Menggunakan Linux ?

Ada beberapa alasan yang menyebabkan saya memilih dan setia menggunakan linux setidaknya sampai saat ini:

1. Linux Gratis

Ini adalah alasan utama saya menggunakan Linux. Minimnya dana dan keinginan untuk tidak menggunakan software bajakan seperti Microsoft Windows dan aplikasi yang diinstal didalamnya membuat saya mantap menggunakan Linux. Meski harus mencari distro yang cocok diantara beberapa pilihan distro yang ada, saya tidak putus asa dan yakin kalau Linux adalah pilihan saya.

Terlepas dari itu semua, sebetulnya tidak ada yang salah pada Windows. Sistem operasi ini telah mengenalkan saya pada dunia komputer, bahkan sebelum menggunakan Windows saya merupakan pengguna DOS aktif terutama di tempat kerja. Saat itu hampir semua program berjalan under DOS. Hanya saja biaya yang dikeluarkan untuk membangun seperangkat komputer sangat mahal menurut saya jika harus ori semua. Silahkan hitung sendiri harga Windows, Office, Corel, Photoshop, Autocad dan lain-lain.

Pilihan menggunakan Linux bukan didasari karena Windows jelek atau yang lain, namun hanya karena belum mampu dan belum ingin membeli Windows saja. Hal ini didasari pada kenyataan jika kita menggunakan tapi tidak membeli Windows, berarti kita membajak dan ini tentu tindakan yang kurang baik dilihat dari sudut pandang manapun.

2. Linux bisa berjalan dengan normal dan stabil pada komputer yang saya pakai

Alasan kedua adalah saya telah menemukan distro Linux yang bisa berjalan dengan normal dan stabil pada komputer saya dirumah dan dikantor. Meski untuk mencapai saat ini, banyak yang harus dilakukan dan dipelajari.

Penyebab dulu saat meninggalkan Mandriva 2007 adalah karena tidak support salah satu hardware pada motherboard yang saya pakai. Kini saya menggunakan Linux Mint dan semua hardware dapat bekerja dengan baik dan stabil.

3. Linux sudah relatif mudah dipelajari dan mudah digunakan

Pandangan bahwa Linux itu sulit semakin lama semakin terkikis seiring dengan semakin terbiasanya saya dengan lingkungan sistem operasi Linux. Bahkan sekarang seolah-olah menggunakan Linux saya rasakan lebih mudah dibanding dengan Windows. Salah satunya adalah saat menghubungkan perangkat Android pada mode USB tethering pada Linux bisa langsung bekerja dengan baik tanpa setting yang rumit.

Hal ini berbeda dengan yang saya alami pada sistem operasi Windows, dimana saat perangkat terhubung hal pertama yang saya temui adalah permintaan untuk menginstal driver. Dan hal ini jelas menyulitkan dan saya rasa tidak nyaman karena terbiasa dengan kondisi "Plug and Jreng" alias colok langsung pakai pada Linux.

4. Linux bisa mendukung aktivitas dan pekerjaan rutin saya

Satu lagi alasan yang penting dan bisa jadi pertimbangan bagi anda yang membaca artikel ini dan ingin menggunakan Linux adalah pastikan aktivitas pekerjaan dan rutinitas kita tidak terganggu setelah beralih ke Linux.

Sebagai contoh dapat saya gambarkan aktivitas sehari-hari seperti browsing internet termasuk download dan upload, chatting, play film, play music dan video, transfer file dengan USB flashdisk dan memori card semua sudah bisa dijalankan dengan baik di Linux.

Bagi yang memiliki pekerjaan khusus seperti yang saya lakukan misalnya pemrograman web (PHP, MySQL dan Javascript), pemrograman mikrokontroller (AVR ATMEGA) dan Layout PCB juga sudah bisa saya jalankan dengan baik di Linux. Sebagai tambahan, bagi pengguna Autocad sudah ada penggantinya di Linux yaitu Draftsight.

Jadi silahkan cari informasi tentang pekerjaan dan rutinitas anda apakah bisa berjalan dengan baik di Linux. Atau bisa juga kontak saya melalui komentar atau email seandainya ada yang bisa dibantu. InsyaAllah akan saya bantu sebisa dan semampu saya.

5. Banyak aplikasi yang tersedia di Linux

Jika anda pengguna Android tentu tidak asing dengan yang namanya Play Store. Nah, di Linux sebetulnya sudah lebih dulu menerapkan sistem mirip "Play Store" ini. Bedanya di Linux ini disebut dengan repositori.

Dengan adanya repositori maka kita bisa dengan bebas menginstal program ke dalam komputer Linux yang kita pakai semudah instal dari playstore. Bedanya jika untuk mengakses Play store dibutuhkan akun google maka untuk mengakses repositori ini tidak.

Pada repositori terdapat ribuan aplikasi yang bebas diunduh dan diinstal. Sebagai contoh untuk sistem operasi Linux Mint yang saya pakai sekarang menggunakan repositori dari Ubuntu, saat ini sudah tersedia hampir 75 ribu aplikasi dan librari siap instal.

6. Beberapa program under Windows sudah bisa dijalankan di Linux

Selain menjalankan program under Linux, pada Linux juga bisa dijalankan program under Windows seperti misalnya Format Factory, sebuah program konversi file multimedia yang cukup terkenal. Contoh lain adalah Diptrace, sebuah program lay out PCB yang saya pakai saat ini.

Untuk menjalankan program under Windows di Linux, kita bisa menggunakan beberapa cara seperti yang paling populer adalah Wine. Wine adalah singkatan dari Windows Emulator, artinya program under Windows dijalankan diatas emulator pada Linux.

7. Linux bebas virus

Ini adalah masalah klasik dan utama pada pengguna Windows. Banyaknya anti virus membuktikan bahwa sistem operasi Windows sangat rentan terhadap virus, dan hal ini tidak demikian dengan Linux. Beragamnya distro Linux dan sistem keamanan pada Linux yang saya rasa lebih baik dibanding Windows membuat Linux tidak diserang virus, setidaknya sampai saat ini.

Jadi sekarang hari-hari saya sudah tidak dipusingkan oleh masalah virus seperti sekedar meluangkan waktu untuk update anti virus dan bahkan memperbaiki atau instal ulang Windows karena terlanjur terserang virus. Selama menggunakan Linux satu tahun ini, alhamdulillah saya aman dari virus meski tanpa menggunakan anti virus.

8. Linux membuat saya beda dengan yang lain

Ini adalah faktor yang relatif tidak penting sebetulnya dan anda bisa skip untuk tidak membaca poin 8 ini. Pengalaman menggunakan Linux persis seperti saat saya melakukan custom rom pada android. Motivasinya antara lain adalah membuat perangkat kita berbeda dari yang lain dan itu merupakan kepuasan tersendiri bagi saya.

Banyaknya kustomisasi yang ada pada Linux membuat Linux yang satu dengan Linux yang lain terlihat berbeda meskipun menggunakan distro yang sama. Seperti misalnya panel (atau taskbar pada Windows) bisa ditaruh diberbagai tempat dan bisa diganti-ganti modelnya. Tulisan Start yan populer pada Windows misalnya bisa diganti Mulai, Go atau yang lain sesuka kita. Selain itu masih banyak lagi pengaturan-pengaturan yang bisa dipastikan akan berbeda antara satu pengguna dengan pengguna Linux yang lain.

9. Adanya motivasi dalam diri saya untuk menjadi proyek percontohan Linux bagi teman-teman

Setelah bisa dan nyaman menggunakan Linux, satu hal yang saya ingin lakukan adalah memberi tahu teman-teman termasuk anda para pembaca blog ini untuk ikut serta menggunakan Linux. Saya berusaha menjadi contoh dan bisa jadi bahan percobaan bagi para pemula yang ingin menggunakan Linux.

Dengan sharing, bertukar permasalahan dan mencari solusi bersama maka komunitas Linux akan sekain kuat dan tentunya ini baik untuk perkembangan dunia komputer khususnya di Indonesia agar menjadi lebih cerdas dan tidak terpaku pada Windows saja.

Kesimpulan

Sekian dulu tulisan yang panjang ini, semoga Linux membuat kita menjadi lebih baik dan meninggalkan ketergantungan terhadap software bajakan seperti saat kita menggunakan Windows dan program-program bajakan yang ada didalamnya seperti Microsoft Office, Corel Draw, Autocad dan sebagainya. Sebaiknya mulai dipikirkan tentang legalitas dari aktivitas kita karena menggunakan software bajakan tersebut.

Salam Linux dan Open Source Indonesia.

Sumber gambar :
  • Logo Linux = www.guza.co.za
  • Foto Linuz Torvalds = Internet, saya lupa alamat web-nya.

          0 komentar

          Post a Comment