Wednesday, November 19, 2014

Pemrograman PHP Berorientasi Obyek (OOP)

Pemrograman PHP berorientasi obyek atau yang disebut dengan Object Oriented Programming (OOP) adalah sebuah konsep pemrograman yang berbasis obyek sebagai sasaran program. Berbeda dengan konsep Procedural Programming (POP) seperti sebelumnya, konsep pemrograman berorientasi obyek lebih luas dalam menangani setiap aspek saat pemrograman.

Konsep OOP dasar terdiri dari Class dan Object. Class adalah pengelompokan fungsi-fungsi dan data seperti membuat Object, menentukan nilai state yang disebut Properties dan implementasi perilaku yang disebut Method. Sebuah class adalah dasar dari sistem modularitas dan merupakan struktur utama dalam konsep pemrograman berorientasi obyek.

Sedangkan Object adalah sebuah variabel yang dibuat dari class, misalnya pada class didefinisikan sebuah function cek_angka, maka pada program dapat dibuat obyek bernama cek_angka. Dan untuk menggunakannya kita cukup memanggil obyek tersebut dengan perintah $nama_obyek=>cek_angka().

Contoh perbedaan dalam penggunaan konsep pemrograman prosedural (POP) dan pemrograman berorientasi obyek (OOP).

1. Contoh script hitung luas persegi panjang menggunakan cara POP
<?  
 //membuat fungsi
 function hitung_luas($panjang,$lebar)  
 {  
 $luas=$panjang*$lebar;  
 return $luas;  
 }  

 //menggunakan fungsi
 $LUAS=hitung_luas(50,30);  

 //menampilkan hasil dari fungsi
 echo $LUAS;  
 ?>  
2. Contoh script hitung luas persegi panjang menggunakan cara OOP
 <?  
 //membuat class
 class Rumus{  
      public function hitung_luas($panjang,$lebar)  
      {  
      $luas=$panjang*$lebar;  
      return $luas;  
      }  
 }  

 //membuat obyek
 $obj = new Rumus;  

 //menampilkan hasil dari obyek hitung_luas
 echo $obj->hitung_luas(50,30);  
 ?>  

Dan berikut ini sekilas perbandingan antara pemrograman prosedural dan pemrograman berorientasi obyek.

Pemrograman Prosedural Pemrograman Berorientasi Obyek
Memecah program dalam fungsi dan data Menggabungkan fungsi dan data dalam program
Memiliki ciri Sequence (berurutan), Selection (pemilihan) dan Repetition (perulangan)  Memiliki ciri Encapsulation (pengemasan), Inheritance (penurunan sifat) dan Polymorphism (perbedaan bentuk dan perilaku)
Struktur program rumit karena berupa urutan proses dan fungsi-fungsi  Struktur program ringkas, cukup dengan membuat obyek dan class lalu bekerja berdasarkan object dan class tersebut.
Re-use kode program kurang Kode program terutama class sangat re-usable
Tidak cocok untuk pemrograman berskala besar, salah satunya karena kurang sulitnya mengkoordinasi temwork Sangat cocok untuk pemrograman berskala besar salah satunya karena mudah dalam pembagian teamwork
Mudah diawal, namun kompleks diproses selanjutnya Sulit diawal (karena harus membuat class) namun selanjutnya akan terasa mudah dan cepat
Eksekusi lebih lambat karena setiap perintah dikerjakan berurutan Eksekusi lebih cepat karena dieksekusi bersamaan, program hanya mengatur obyek, properties dan method-nya saa
Dengan beberapa kelebihan tersebut diatas, maka sudah saatnya kita beralih ke konsep pemrograman berorientasi obyek (OOP). Terlebih lagi beberapa aplikasi seperti Framework yang ada sekarang kebanyakan sudah menggunakan konsep OOP.

Note : Framework adalah sebuah kerangka aplikasi PHP yang memudahkan kita dalam membangun sebuah aplikasi berbasis website tanpa harus mulai membuat kode dari awal.

Referensi :

0 komentar

Post a Comment