Sunday, November 9, 2014

Belajar Perintah Dasar SQL

SQL adalah singkatan dari Structured Query Language. SQL adalah bahasa yang digunakan untuk mengakses database sistem relasional. Secara de facto, bahasa ini merupakan bahasa standar yang dipakai untuk pengelolaan database. Saat ini SQL hampir digunakan pada semua database server. SQL lahir sekitar tahun 1970 dari artikel seorang peneliti IBM bernama Jhonny Oracle. Semula SQL bernama SEQUEL namun karena masalah hukum maka SEQUEL diganti dengan SQL.

Standarisasi dan Pemakaian Dasar SQL

Penggunaan SQL dibuat standarisasi pada tahun 1986 berdasarkan keluarnya standar SQL oleh ANSI (American National Standards Institute). Standarisasi SQL yang pertama dikenal dengan SQL86. Standar ini kemudian diperbaiki pada tahun 1992 dengan standar baru SQL92 dan pada tahun 1999 dengan SQL99.

Pemakaian dasar SQL mengacu pada dua bahasa yaitu Data Definition language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). SQL merupakan standar bahasa yang dipaki oleh DBMS relasional yang sangat populer, MySQL.

Data Definition Language

DDL digunakan untuk membuat, mendefinisikan, mengubah serta menghapus database dan obyek-obyek didalamnya. Perintah-perintah dasar DDL adalah CREATE untuk membuat obyek baru, USE untuk menggunakan obyek, ALTER untuk mengubah obyek yang sudah dibuat dan DROP untuk menghapus obyek yang sudah ada. Penggunaan DDL hanya untuk administrator saat pembuatan database.

1. Perintah CREATE

CREATE digunakan untuk membuat database dan tabel pada database yang sudah ada.

Membuat database
CREATE DATABASE nama_database;

Membuat tabel
CREATE TABLE nama_tabel;

Membuat tabel beserta field
CREATE TABLE [''nama_tabel''] (
 nama_field1 tipe_data [constraints][,
 nama_field2 tipe_data,
 ...]
 );

Membuat tabel beserta field dengan batasan field(constraint)
CREATE TABLE [''nama_tabel''] (
 nama_field1 tipe_data [,
 nama_field2 tipe_data,
 ...]
 [CONSTRAINT nama_field constraints]
 );

Penjelasan script :
  1. nama_database, merupakan nama dari database yang akan dibuat.
  2. nama_tabel, merupakan nama dari tabel yang akan dibuat pada database yang sudah ada.
  3. nama_field, merupakan nama kolom uang akan dibuat pada tabel.
  4. tipe  data, merupakan tipe data dari isi tabel yang mengacu pada standar implementasi dari support masing-masing database.
  5. constraints, merupakan batasan-batasann untuk tiap-tiap kolom seperti NOT NULL, UNIQUE dan PRIMARY KEY. constraints juga mengacu pada standar implementasi dari support masing-masing database.
Contoh script untuk membuat tabel user dengan 3 field, id, nama_user, kata_sandi dan tanggal_lahir.
 CREATE TABLE user
 (
 id INT(11),
 nama_user VARCHAR(50) PRIMARY KEY,
 kata_sandi VARCHAR(30) NOT NULL,
 tanggal_lahir DATETIME
 );

2. Perintah ALTER

Merupakan perintah untuk mengubah struktur pada tabel. Perubahan ini meliputi menambah (ADD) atau pun mengubah struktur (CHANGE)

Bentuk penulisan perintah ALTER
 ALTER TABLE nama_tabel [ADD|CHANGE] perubahan;

Contoh penulisan perintah ALTER
 ALTER TABLE  user CHANGE  nama_user INT( 50 ) NULL

3. Perintah TRUNCATE

Merupakan perintah untuk menghapus semua record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah TRUNCATE
 TRUNCATE TABLE nama_tabel;

Contoh penulisan perintah TRUNCATE
 TRUNCATE TABLE user;

4. Perintah DROP

Merupakan perintah untuk menghapus tabel.

Bentuk penulisan perintah DROP
 DROP TABLE nama_tabel;

Contoh penulisan perintah DROP
 DROP TABLE user;

Data Manipulation Language

DML digunakan untuk melakukan pengelolaan data pada tabel seperti menampilkan data, menambah data baru, mengubah data dan menghapus data. Ada empat perintah DML yang sering dipakai yaitu SELECT, INSERT, UPDATE dan DELETE.

1. Perintah SELECT

Merupakan perintah untuk menampilkan data dari satu tabel atau lebih.

Berikuti ini format penulisan perintah SELECT secara lengkap :

SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]
 FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON ''kondisi_penghubung'']
 [, nama_tabel3 [AS alias3], ...]
 [WHERE ''kondisi'']
 [ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]
 [GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]
 [HAVING ''kondisi_aggregat''];

Penjelasan script :
  1. nama_tabel, merupakan nama dari tabel yang akan ditampilkan datanya.
  2. nama_field, merupakan nama dari field pada tabel yang akan ditampilkan.
  3. alias merupakan nama baru yang mewakili nama sebelumnya.
  4. kondisi, merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh data yang akan ditampilkan.
  5. kondisi_aggregat, merupakan syarat khusus untuk fungsi agregat seperti SUM, COUNT, AVR, MIN dan MAX. 
Meski demikian penggunaan SELECT bisa dipotong seperlunya dengan tanpa meninggalkan bagian terpenting yaitu SELECT dan FROM.

Beberapa contoh penggunaan SELECT :

Menampilkan seluruh data dari tabel
SELECT * FROM user;

Menampilkan seluruh data dari tabel dengan syarat WHERE
SELECT * FROM user WHERE nama_user="sabrina";

Menampilkan seluruh data dari tabel dengan urutan
SELECT * FROM user ODER BY id ASC;

Menampilkan data dari tabel dengan fungsi agregat
SELECT SUM(penjualan) as total FROM transaksi;

2. Perintah INSERT

Merupakan perintah untuk menambah record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah INSERT
 INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI]);

Contoh penulisan perintah INSERT
 INSERT INTO user (id, nama_user, kata_sandi, tanggal_lahir) VALUES ('1', 'sabrina', '123456', '2008-06-02');

3. Perintah UPDATE

Merupakan perintah untuk mengubah record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah UPDATE
 UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI];

Contoh penulisan perintah UPDATE
UPDATE user SET kata_sandi='QWERTY' WHERE id=1;

4. Perintah DELETE

Merupakan perintah untuk menghapus record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah DELETE
DELETE FROM [nama_table] Where [KONDISI];

Contoh penulisan perintah DELETE
DELETE FROM user WHERE id=1;

Referensi :

4 komentar:

  1. artikel nya bagus bos,saya juga lagi buat artikel yang mirip kayak gini.hehe
    www.php-ajax-mysql.com

    ReplyDelete