Friday, October 3, 2014

Mengenal Fungsi pada PHP

Fungsi adalah sebuah blok statemen kode yang bisa digunakan berulangkali dalam program, baik secara urut maupun terpisah. Pada pembahasan sebelumnya tentang perulangan juga disinggung masalah penggunaan blok statemen kode secara berulang. Namun fungsi memungkinkan penggunaan blok statemen yang tidak dalam satu urutan proses seperti pada metode perulangan. Dalam PHP ada dua macam fungsi, yaitu fungsi bawaan PHP Preposesor dan fungsi buatan kita sendiri.

Fungsi bawaan

Pada PHP tersedia fungsi-fungsi bawaan yang jumlahnya banyak sekali. Sebagai contoh untuk menangani string ada fungsi trim(), chr(), join(), split() dan sebagainya. Lalu untuk menangani array ada fungsi sort(), shuffle(), current() dan masih banyak lagi fungsi-fungsi bawaan PHP yang lain.

Fungsi buatan sendiri

Disamping fungsi-fungsi bawaan tersebut kita bisa membuat fungsi sendiri dengan syarat tidak sama dengan nama fungsi bawaan. Fungsi-fungsi tersebut juga bisa kita panggil sewaktu-waktu dalam program, namun fungsi tersebut tidak dijalankan secara otomatis saat halaman di load. Jadi fungsi berada diluar rutin program yang berjalan dan hanya dijalankan jika fungsi dipanggil saja.

Untuk membuat fungsi harus diawali dengan perintah function lalu diikuti dengan spasi dan nama function. Ada beberapa cara dalam membuat fungsi, yaitu:

1. Membuat fungsi tanpa argumen parameter

Ini adalah cara sederhana dalam membuat fungsi. Kita tinggal membuat nama fungsi yang berisi beberapa statemen kode program.

Cara penulisan dalam membuat fungsi tanpa argumen parameter

 function namaFungsi() {  
  kode yang akan dijalankan;  
 }  

Contoh menggunakan fungsi tanpa argumen parameter

 <?php  
 function tulisPesan() {  
  echo "Salam PHP!";  
 }  
 tulisPesan(); // memanggil fungsi tulisPesan  
 ?>  

2. Membuat fungsi dengan argumen parameter

Dalam membuat fungsi kita juga bisa memasukkan argumen parameter sebagai variabel yang digunakan blok statemen didalam fungsi. Jumlah argumen parameter bisa satu bisa juga banyak. Dalam penulisan banyak parameter dipisahkan dengan koma.

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan satu argumen parameter

 function namaFungsi(parameter) {  
  kode yang akan dijalankan;  
 }  

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan dua argumen parameter

 function namaFungsi(parameter1,parameter2) {  
  kode yang akan dijalankan;  
 }  

Contoh menggunakan fungsi dengan dua argumen parameter

 <?php  
 function tulisAngka($awal,$akhir) {  
   for ($x=$awal; $x<=$akhir; $x++) {
   echo "$x <br/>";
   } 
 }  
 tulisAngka(0,100); // memanggil fungsi tulisAngka untuk menampilkan 0 sampai 100
 ?>  

3. Membuat fungsi dengan nilai default pada argumen parameter

Prinsipnya sama dengan membuat fungsi dengan argumen parameter namun jika programmer lupa atau sengaja tidak mengisi parameter saat memanggil fungsi maka fungsi tidak error. Sebagai gantinya fungsi akan mengambil nilai default yang diberikan saat pembuatan fungsi.

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan nilai default pada argumen parameter

 function namaFungsi(parameter1=nilai_default,parameter2=nilai_default) {  
  kode yang akan dijalankan;  
 }  

Contoh menggunakan fungsi dengan nilai default pada dua argumen parameter

 <?php  
 function tulisAngka($awal=0,$akhir=10) {  
   for ($x=$awal; $x<=$akhir; $x++) {
   echo "$x <br/>";
   } 
 }  
  tulisAngka(50,60); // memanggil fungsi dengan parameter
  tulisAngka(); //memanggil fungsi tanpa mengisi parameter
 ?>  
Jika kode diatas dijalankan maka perintah tulisAngka(50,60) akan menampilkan angka dari 50 sampai 60 kemudian diikuti dengan tampilan nangka 0 sampai 10 karena tidak disebutkan parameternya sehingga fungsi memakai parameter default.

4. Membuat fungsi untuk bisa mengembalikan nilai

Selain melakukan beberapa proses pada blok statemen program, fungsi juga bisa dipakai untuk mengembalikan nilai. Dalam hal ini nilai balikan dari fungsi bisa dipakai untuk proses program yang lain. Dari ketiga jenis fungsi diatas semuanya bisa untuk mengembalikan nilai.

Untuk dapat mengembalikan suatu nilai, pada fungsi harus ditulis perintah return. Nilai dari return bisa berupa variabel atau angka atau boolean.

Cara penulisan dalam membuat fungsi dengan mengembalikan nilai

 function namaFungsi() {  
  kode yang akan dijalankan; 
  return nilai; 
 }  

Cara mengambil nilai balikan dari fungsi

 variabel= namaFungsi();   

Contoh menggunakan fungsi dengan mengembalikan nilai

 <?php  
 function hitungLuas($panjang,$lebar) {  
   $hasil = $panjang * $lebar;
   return $hasil;
   } 
  
  $luas = hitungLuas(5,6); // menghitung luas untuk panjang=5 dan lebar=6
  echo $luas; //menampilkan luas
 ?>  
Demikian beberapa penjelasan tentang fungsi dalam PHP. Kesimpulan yang diperoleh adalah kita bisa membuat fungsi sesuai kebutuhan program dengan memperhatikan aturan-aturan dalam membuat fungsi.

Referensi :

1 komentar: