Friday, October 17, 2014

Memahami Fungsi Include dan Require Pada PHP

Include dan Require adalah fungsi PHP yang digunakan untuk menyertakan sebuah file kedalam file PHP lainnya. Statemen include dan require mengambil semua teks dan kode yang terdapat pada file lalu mengkopi kedalam file utama yang menggunakan include atau require. Tujuan dari penggunaan include dan require adalah mengurangi penulisan berulang-ulang terhadap suatu kode yang sama pada beberapa file. Include dan require sangat berguna untuk menghemat pekerjaan.

Sebagai contoh dalam merancang suatu website kita menetapkan empat bagian bagian header, sisi kiri, bagian utama dan bagian footer. Khusus untuk bagian header, sisi kiri dan footer pada tiap-tiap halaman biasanya sama, nah disinilah fungsi include dan atau require dibutuhkan. Sehingga jika kita akan mengupdate header, kita cukup mengedit file headernya saja.

Cara penggunaan fungsi include dan require

Pertama kita menulis kode-kode program yang sama tadi pada sebuah fle lalu menyertakan file tersebut kedalam file PHP yang lain. Untuk bisa di-include atau di-require, file yang disertakan dan file utama harus berekstensi .php (dot php).

Cara penulisan fungsi include dan require

 include 'filename';  
 atau  
 require 'filename';  

Perbedaan fungsi include dan require

Pengertian fungsi include dan require sebetulnya sama dan identik, namun ada perbedaan antara fungsi include dan require yaitu pada saat terjadi error pada file yang disertakan sebagai berikut:
  1. Fungsi include hanya menyertakan file saja, sehingga jika ada ERROR pada file yang disertakan script selanjutnya akan teta dijalankan dengan tetap menampilkan pesan E_WARNING saja. Jadi seolah-olah fungsi include hanya menyambungkan script-script pada file yang disertakan tadi dengan file utama.
  2. Fungsi require tidak hanya menyertakan file namun lebih kepada meminta file (require). Jadi jika ada ERROR pada file yang disertakan, PHP akan menampilkan E_COMPILE_ERROR dan script selanjutnya pada file utama tidak akan dijalankan.

Contoh penggunaan include dan require

1. Buat script berikut ini pada text editor lalu simpan file dengan nama contoh_include.php.
<?php
echo "<i>ini adalah script file contoh_include.php</i></br>";
?>
2. Kemudian dengan cara yang sama lalu simpan file dengan nama contoh_require.php.
<php
echo "<i>ini adalah script file contoh_require.php</i></br>";
?>
3. Selanjutnya buat script untuk file utama yang menyertakan kedua file diatas
<?php

echo "Contoh penggunaan include dan require</br>";
include "contoh_include.php";
echo "Ini adalah script dibawah include</br>";
require "contoh_require.php";
echo "Ini adalah script dibawah require</br>";
?>
4. Pastikan ketiga file tersebut berada dalam satu folder
php-include-folder
5. Coba jalankan file utama pada browser, jika benar akan tampil berikut ini:
php-include
6. Coba hapus kedua file include lalu refresh browser, maka akan tampak seperti ini
7. Pada tampilan error terlihat bahwa perintah menampilkan tulisan "Ini adalah script dibawah include" tetap dijalankan meskipun file contoh_include.php tidak ditemukan. Sedangkan script menampilkan teks "Ini adalah script dibawah require" tidak dijalankan.
8. Tampilan error yang dihasilkan pun berbeda, dimana fungsi include mnghasilkan peran Warning, sedangkan fungsi require menghasilkan pesan Fatal error.

Memilih Include atau require?

Hal ini dikembalikan kepada kebutuhan kita sendiri. Jika memang script yang disertakan sangat vital dan menyebabkan program selanjutnya terganggu maka gunakanlah Require. Jika hanya bersifar sekunder dan tidak berpengaruh secara signifikan gunakanlah fungsi Include.

Referensi :

3 komentar: