Monday, September 29, 2014

Cara Membuat dan Menjalankan File PHP

Setelah mengenal PHP dan Web Server selanjutnya kita akan membuat file PHP secara sederhana lalu mencoba menjalankanya pada browser. Untuk membuat file PHP kita cukup menggunakan aplikasi text editor seperti saat membuat file HTML, lalu menyimpannya dengan ekstensi .php(dot php). Jika kita tidak menyimpan file tersebut dengan ekstensi .php meskipun berisi script php maka web server tidak akan mengeksekusinya.

Kemudian untuk bisa dijalankan, file tersebut harus diletakkan pada folder localhost, misalnya pada linux secara default berada pada /var/www. Sebelumnya menjalankannya, pastikan dulu kita telah berhasil menginstal web server dan php. Dalam penulisan script php kita harus mengacu pada aturan penulisan php yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya. Untuk mempermudah proses belajar php biasanya saya membuat folder php pada folder web server, misal /var/www/php.

Contoh file PHP sederhana untuk menguji web server dan mengetahui versi php yang diinstal :

<?php  
echo phpinfo();  
?>  
Simpan file tersebut dengan ekstensi .php, misal 1.php lalu taruh pada folder php di localhost kemudian jalankan file tersebut pada browser. Jika benar akan tampil halaman PHP Version beserta informasi dan konfigurasinya seperti ini:


Cara penulisan dan penempatan script PHP pada file PHP

Dalam menulis kode script php pada file .php ada dua cara yaitu semi php dan full php. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Mana yang dipilih, tentu sesuai keinginan dan kebutuhan serta kemudahan masing-masing programmer.

Cara penulisan semi php

Maksudnya cara semi php berarti kita menulis kode php disisipkan pada kode html. Jadi walaupun filenya php namun isinya adalah kode html. Kemudian disela-sela kode html tersebut kita sisipkan kode php.

Contoh penulisan semi php :

<!DOCTYPE html>   
<html>   
<head>   
<title>Ini adalah title window</title>   
<body>   
<h1>Contoh penulisan semi php</h1>   
<p>Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan html</p>   
<?php echo "<p>Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan php</p>"; ?>  
</body>   
</html>   
Simpan file tersebut lalu jalankan pada browser, jika benar akan tampil berikut ini:


Pada contoh diatas terlihat paragraf yang ditulis dengan php dan yang tidak tampak sama jika dijalankan pada browser. Perbedaannya hanya pada penulisan kodenya saja. Jadi meskipun isinya kode html tetap bisa ditampilkan oleh browser.

Cara penulisan full php

Ini merupakan cara penulisan yang seluruhnya menggunakan kode php. Semua kode ditulis dengan aturan php dengan tetap mengacu pada aturan html. Maksudnya kita tetap harus membuat head dan body lalu aturan tag-tagnya juga harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan html. Perbedaan dengan cara semi php adalah tag-tag ini ditulis dengan perintah echo.

Contoh penulisan full php:

<?php  
echo "   
<!DOCTYPE html>   
<html>   
<head>   
<title>Latihan menulis PHP</title>   
<body>   
<h1>Contoh penulisan semi php</h1>   
<p>Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan html</p>   
Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan php</p>  
</body>   
</html>  
";  
?>  
Simpan file tersebut lalu jalankan pada browser, jika benar akan tampil berikut ini:


Pada contoh diatas terlihat bahwa semua kode berada diantara tanda <?php ... ?>. Kode-kode HTML yang semula diluar php kini ditempatkan didalam php dengan perintah echo. Kelebihan dari penulisan ini adalah kita bisa dengan mudah mengontrol apakah akan tampilkan atau tidak. Jika menggunakan cara semi php maka kerja php tidak bisa dilakukan karena php hanya bekerja diantara tanda <?php ...?> saja.

Sepintas terlihat sama dan tidak ada yang istimewa pada php. Namun jika kita melihat contoh berikut akan terlihat kelebihan dari php.

Contoh penulisan php menggunakan variabel :

<?php  
$title="Latihan menulis PHP";  
$p1="Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan html";  
$p2="Ini adalah Paragraf yang ditulis dengan php";  
echo "  
<!DOCTYPE html>   
<html>   
<head>   
<title>".$title."</title>   
<body>   
<h1>Contoh penulisan php dengan variabel</h1>   
<p>".$p2."</p>   
<p>".$p2."</p>  
</body>   
</html>  
";  
?>  
Simpan file tersebut lalu jalankan pada browser, jika benar akan tampil berikut ini:


Pada contoh ketiga terlihat bahwa php bisa menangani variabel yang berarti memungkinkan kita untuk melakukan pengaturan isi web dengan menggunakan program. Pada contoh terdapat 3 variabel, yaitu $title, $p1 dan $p2. kemudian ketiganya ditampilkan pada lokasi tertentu pada website dengan hanya menyebutkan nama variabelnya saja.

Referensi :

1 komentar: