Friday, September 26, 2014

Apakah itu PHP?

PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preposessor. PHP ditemukan dan dikembangkan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994. Saat itu PHP masih berupa Form Interpreted yang menerima dan mengolah data dari formulir website. Dulu PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page, namun seiring dengan perkembangan PHP maka pengertiannya diperluas menjadi salah satu bahasa pemrograman website. Beberapa referensi pemrograman PHP dapat dilihat di situs resminya di www.php.net.

Kompiler PHP

Untuk menjalankan bahasa pemrograman PHP diperlukan sebuah kompiler PHP yang diinstall pada sebuah web server. Saat ini kompiler PHP sudah rilis versi terbaru yaitu versi 5.6.0. Kompilr PHP dapat didownload di alamat http://id1.php.net/downloads.php.
Untuk memudahkan proses instalasi PHP saat ini beberapa aplikasi web server seperti XAMPP dan WAMP Server sudah menyertakannya dalam setiap package rilis mereka. Khusus untuk para pengguna Linux Ubuntu dan turunannya, PHP sudah ada pada repositori jadi bisa langsung diinstal tanpa harus menginstal aplikasi webserver seperti XAMPP.

Alur kerja PHP

Pada saat browsing, diawali dengan client membuka atau mengakses salah satu file PHP yang ada di web server. Kemudian file PHP tersebut dikompile menjadi script HTML oleh kompileh PHP. Kemudian script hasil kompilasi program PHP tersebut disajikan kepada pengguna melalui browser seperti layaknya halaman website biasa.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut:



Aturan Penulisan PHP

Kode script PHP bisa ditulis utuh dalam satu file lalu disimpan dengan ekstensi .php (dot php) atau disisipkan pada file HTML dengan mengikuti beberapa aturan penulisan PHP sebagai berikut:
  1. Harus ditulis diantara salah satu tag berikut ini:
    • <?...?>
    • <?php...?> (cara ini yang paling sering saya pakai)
    • <%...%>
    • <script language="php">...</script>
  2. Setiap statement perintah diakhiri dengan ; (titik koma).
  3. Untuk menulis komentar diapit oleh tanda /*...*/ atau bisa juga dipakai tanda // jika komentar berada dalam satu baris saja.
  4. Untuk penulisan identifier yang dibuat sendiri berlaku case sensitive, artinya membedakan huruf kecil dan huruf besar. Contoh: $Luas tidak sama dengan $luas.
  5. Untuk penulisan identifier bawaan PHP tidak berlaku case sensitive. Misalnya penulisan perintah echo berarti sama jika ditulis ECHO.

Contoh program PHP sederhana untuk menampilkan tulisan Selamat Belajar PHP:

 <?php  
 echo "Selamat Belajar PHP";  
 ?>  

Kelebihan PHP

Sebagai sistem pemrograman yang telah mendunia dan dipakai oleh sebagian besar website didunia, PHP tentu memiliki beberapa kelebihan, diantaranya yaitu:
  1. Semua kode program dalam file PHP dikompile di server, sehingga pada client tidak diperlukan kompiler lagi.
  2. Aplikasi web server yang mendukung PHP relatif banyak dan mudah untuk diinstal meskipun untuk pemula sekalipun.
  3. Support untuk pengembangan PHP sangat banyak tersedia baik secara online pada website dan blog maupun offline pada buku elektronik (ebook) dan buku cetak.
  4. Selain itu banyak juga forum tanya jawab yang interaktif dan didukung oleh programmer-programmer senior PHP yang siap membantu kita dalam belajar PHP.
  5. PHP merupakan bahasa pemrograman yang gratis dan bersifat open source sehingga kita tisak perlu membeli lisensi saat bekerja dengan pemrograman PHP.
  6. PHP Server dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi, seperti Linux, Macintosh dan Windows.
  7. Penulisan script PHP sangat fleksibel, bisa dibuat file PHP secara terpisah maupun disisipka dalam kode script HTML.
  8. Aplikasi PHP sangat aman dari serangan malware atau virus karena bersifat independen tanpa sistem operasi dan dilindungi oleh beberapa hak akses file dari pengguna.
  9. Bahasa pemrograman PHP berbasis pada bahasa PERL yang sangat mirip dengan bahasa C. Seperti diketahui bahwa bahasa C merupakan salah bahasa pemrograman paling populer didunia. Sehingga seorang akan mudah beradaptasi ketika memasuki dunia pemrograman PHP.
  10. Proses kompilasi relatif cepat karena PHP merupakan aplikasi yang berdiri sendiri (stand-alone aplication) tanpa perlu sistem operasi.

Kekurangan PHP

Selain beberapa kelebihan diatas, PHP tentu memiliki banyak kelemahan diantaranya yaitu:
  1. Kurang interaktif, ini disebabkan karena proses kompiler script terjadi di server. Jadi untuk melihat perubahan tampilan website, pengguna harus menekan tombol Submit dulu. Namun kini kekurangan PHP tersebut mulai bisa diatasi dengan pemrograman Javascript.
  2. Terlihat sulit pada awalnya, hal ini karena pemrograman PHP tidak seperti pemrograman aplikasi desktop seperti yang dilakukan pada Delphi dan Visual Basic. Pada pemrograman PHP tidak bisa dengan mudah mengambil komponen form lalu mengerjakan kode dan mengkompile-nya.
  3. Bukan pemrograman berbasis obyek, berakibat script PHP hanya berjalan sekali saat load dan tidak bisa menangani event-event dari komponen form pada website. Hal ini juga mengakibatkan kekurangan PHP pada item nomer 1, pemrograman PHP kurang interaktif.
  4. Membutuhkan browser untuk melihat eksekusi program, hal ini membuat kita harus berganti window saat menguji jalannya script PHP.
  5. Pemrograman searah mirip assembler, artinya script PHP dijalankan secara urut dari atas kebawah. jika ada kesalahan program dibagian atas, maka script program dibawahnya tidak dijalankan.
  6. Identik dengan menulis script, ini disebabkan kebanyakan proses pemrograman PHP dilakukan melalui pembuatan script secara manual, tidak seperti aplikasi GUI pada pemrograman desktop seperti Deplhi dan Visual Basic.
  7. Tidak ada identifikasi variabel secara jelas, ini sebetulnya merupakan salah satu kelebihan PHP namun sekaligus menjadi kekurangannya. Mengapa demikian, terkadang kita sebagai programmer lupa terhadap posisi sebuah variabel sehingga berakibat bug atau error pada program yang kita buat.
  8. Open Source Code sehingga rawan pembajakan hak cipta. Ini disebabkan saat setiap kita develop sebuah aplikasi PHP dan kita jual ke salah satu client maka client tersebut bisa melihat semua script yang kita buat. Ini tentu menjadi masalah manakala kita masih menjaga script kita secara komersial dan membatasi script kita dengan hak cipta. Namun kini sudah ada aplikasi untuk menutupi kode PHP seperti Zend walaupun tidak sepenuhnya aman.
Referensi :

0 komentar

Post a Comment